KEISTIMEWAAN SEORANG MUKMIN

syukur

Asy-Syaikh Ubaid al-Jabiri hafizhahullah mengatakan dalam suatu ceramahnya (artinya), “Allah subhanahu wata’ala menjadikan untuk hamba-hambanya-Nya yang mukmin, yang benar ketakwaannya dan senantiasa berbuat kebaikan suatu keistimewaan dan kekhususan yang tidak dimiliki oleh selain mereka. Dan di antara keistimewaan serta kekhususan tersebut adalah seorang mukmin senantiasa berada di antara sabar dan syukur. Yakni sabar ketika ditimpa cobaan dan musibah yang datang dari Allah subhanahu wata’ala, dan bersyukur atas segala nikmat yang Allah subhanahu wata’ala berikan kepadanya.”
Ketahuilah para pembaca yang budiman, 
Sungguh ini merupakan keistimewaan yang besar. Betapa tidak, seseorang yang mampu bersabar ketika cobaan dan ujian datang kepada mereka, akan senantiasa tenang hatinya dan tidak gelisah seperti yang dialami mayoritas orang. Akan tetapi, keutamaan ini hanya didapat oleh hamba-Nya yang sempurna keimanannya. Ia mengimani bahwa musibah tersebut datang dari Allah subhanahu wata’ala, dan sesuatu yang datang dari Allah subhanahu wata’ala sudah pasti merupakan kebaikan berdasarkan hikmah-Nya. Allah subhanahu wata’ala berfirman (artinya), “Bisa jadi kalian membenci sesuatu, padahal dia amat baik bagi kalian. Dan bisa jadi kalian menyukai sesuatu padahal dia amat buruk bagi kalian. Allah mengetahui dan kalian tidak mengetahui” (al-Baqarah: 216).
Senantiasa mensyukuri nikmat juga merupakan kekhususan yang bernilai besar. Seorang yang pandai bersyukur akan senantiasa merasa cukup dengan apa yang ia miliki. Tidak terus menerus dikejar dan diteror keinginan dan ambisi duniawinya yang melelahkan dan sia-sia belaka. Suatu hal yang istimewa melihat sedikitnya hamba Allah subhanahu wata’ala yang memiliki sifat ini. Allah subhanahu wata’ala berfirman (artinya), “Dan sedikit dari hamba-hamba-Ku yang mau bersyukur” (Saba’: 13).

About

View all posts by

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *