HUKUM NYANYIAN DAN MUSIK DALAM ISLAM

al-Lajnah ad-Daimah lil Buhuts al-‘Ilmiyah wal Ifta’

[Soal kedua dari fatwa nomor 16483]

Pertanyaan:

Apa hukum nyanyian dan musik dalam Islam? Yang mana sesungguhnya saya pernah membaca dalam sebuah buku bahwa nyanyian dan musik itu hukumnya haram akan tetapi hadits yang mengharamkannya lemah.

Jawaban:

Nyanyian dan musik adalah haram, berdasarkan firman Allah subhanahu wata’ala:

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًا ۚ أُولَٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ

“Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan lahwal hadits (nyanyian-pent) untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh adzab yang menghinakan.” {QS. Luqman: 6}

Dan yang dimaksud lahwal hadits adalah nyanyian sebagaimana yang ditafsirkan oleh kebanyakan ulama. Dan didalam hadits yang terdapat dalam shahih al-Bukhari disebutkan:

«إن قومًا في آخر الزمان يستحلون الحِرَ والحرير والخمر والمعازف يخسف الله بهم الأرض»

“Sungguh akan ada suatu kaum di akhir zaman, mereka menghalalkan zina, sutera, khamer dan al-Ma’azif. Allah tenggelamkan mereka ke dalam bumi.”

Dan yang dimaksud dengan al-Ma’azif adalah aalaatul lahwi (yakni alat-alat musik). Dalam hadits ini Nabi menggandengkan penyebutan al-Ma’azif dengan khamer, sutera dan zina dalam penghalalan yang mereka lakukan. Maka ini menunjukkan betapa keras pengharamannya.”

» Sumber: t.me/F_Alajnat_Alddayima

About

View all posts by

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *