HAKIKAT KESYIRIKAN KEPADA ALLAH

Berkata al-Imam ‘Abdurrahman bin Nashir Assa’diy rahimahullah ta’ala (tentang firman Allah ta’ala):

أَلَّا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا

“Janganlah kalian mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun.” {QS. al-An’am: 151}

Yakni: Tidak mempersekutukan-Nya dengan kesyirikan yang sedikit ataupun banyak.

Dan hakekat mempersekutukan Allah adalah seseorang menyembah makhluk sebagaimana ia menyembah Allah atau mengagungkannya sebagaimana ia mengagungkan Allah atau memalingkan (menyerahkan) kepadanya satu jenis dari kekhususan rububiyyah (penciptaan, kepemilikan & pengaturan alam semesta) dan ilahiyyah (peribadahan atau penyembahan).

Apabila seorang hamba meninggalkan kesyirikan seluruhnya maka ia menjadi seorang muwahhid (orang yang bertauhid yakni hanya beribadah kepada Allah semata), seorang mukhlish (yang memurnikan amalan) hanya untuk Allah dalam segala keadaannya. Maka inilah hak Allah atas hamba-hamba-Nya yaitu agar mereka beribadah kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun.”

[Kitab Taisir al-Karimir Rahman Tafsir Surat al-An’am: 151 hlm. 280]


«حقيقة الشِّرك باللَّـه»

قالَ الإمام عبد الرَّحمٰن بن ناصر السّعديّ -رَحِمَهُ اللَّـهُ تَعَالَىٰ-: “﴿أَلَّا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا﴾، أيْ: لا قليلًا ولا كثيرًا.

وحقيقة الشِّرك باللَّـه: أنْ يعبد المخلوق كما يعبد الله، أو يعظم كما يعظم اللَّــه، أو يصرف له نوع من خصائص الرُّبوبية والإلهـٰـيَّة، وإذا ترك العبد الشِّرك كلّه صار موحدًا، مخلصًا للَّـه في جميع أحواله، فهذا حقّ اللَّـه علىٰ عباده أنْ يعبدوه ولا يُشركوا به شيئًا”.اهـ.

[“تيسير الكريم الرَّحمن” / ﴿تفسير سورة الأنعام: 151﴾ / ص: (280)]

» Sumber: t.me/DaawaTawheed

About

View all posts by

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *