,

BANTAHAN TERHADAP ATHEIS

oleh -1049 Dilihat
oleh

(Ustadz Abu Hatim Falih حفظه الله)

Sebenarnya setiap manusia dilahirkan di atas fitrah, mengakui bahwa Allah yang menciptakan dia dan dia hanya beribadah kepada Allah semata.

Akan tetapi ada saja manusia yang terkena tipu daya setan bahkan sampai tingkatan tidak meyakini adanya Allah Sang Pencipta.
Ini yang dikenal dengan istilah ateis, yaitu orang yang tidak percaya akan adanya Tuhan.
Keyakinan seperti ini sudah terbantahkan di dalam al Qur’an, Allah سبحانه و تعالى berfirman:

اَمْ خُلِقُوْا مِنْ غَيْرِ شَيْءٍ اَمْ هُمُ الْخٰلِقُوْنَۗ

“Apakah mereka tercipta dari ketiadaan ataukah mereka menciptakan (diri mereka sendiri)?”
(QS: At Thur :35)

Al Allamah Abdurrahman bin Nashir as Sa’di رحمه الله تعالى dalam tafsirnya berkata:

وهذا استدلال عليهم، بأمر لا يمكنهم فيه إلا التسليم للحق، أو الخروج عـن مـوجـب الـعـقـل والـديـن

“Ini adalah pendalilan atas mereka dengan perkara yang mau tidak mau mereka harus tunduk kepada kebenaran atau mereka keluar dari konsekuensi akal dan agama”.

وبـيان ذلـك : أنهـم مـنـكـرون لتوحيد الله، مكذبون لرسوله، وذلك مستلزم لإنكار أن الله خلقهم.

Penjelasannya: bahwa mereka mengingkari tauhid kepada Allah dan mendustakan Rasul-Nya, berarti konsekuensinya mereka mengingkari bahwasanya Allah menciptakan mereka.

   :وقد تقرر في العقل مع الشرع، أن الأمر لا يخلو من أحد ثلاثة أمور

“Sudah menjadi ketetapan dalam akal bersama syari’at pula, bahwa pembahasan ini tidak bisa lepas dari salah satu dari tiga kemungkinan :”

إما أنهم خلـقـوا من غير شيء أي : لا خالق خلقهم، بل وجدوا من غير إيجاد ولا موجد، وهذا عين المحال.

“Bisa jadi mereka tercipta dari ketiadaan, maksudnya tidak ada Pencipta yang menciptakan mereka bahkan mereka tiba-tiba ada tanpa penciptaan dan tanpa Pencipta. Inilah kemustahilan yang sebenarnya.”

أم هـم الخـالـقـون لأنفسهم، وهذا أيضاً محال، فإنه لا يتصور أن يوجدوا أنفسهم.

“Atau merekalah yang menciptakan diri mereka sendiri. Ini juga mustahil, karena sungguh tak terbayang mereka menciptakan diri mereka sendiri (karena sebelum diciptakan mereka tidak ada, dan hal yang tidak ada bagaimana mungkin bisa berbuat apalagi mencipta?! pen.).”

فـإذا بـطـل [هـذان] الأمـران، وبان استحالتهما، تعين [القسم الثالث] أن الله الذي خلقهم،

“Jika dua kemungkinan ini batal (tak mungkin terjadi,pent.) dan nyata mustahilnya, maka pasti hanya kemungkinan yang ketiga yaitu bahwa Allah lah yang menciptakan mereka.”

وإذا تعين ذلك ، عـلـم أن الله تعالى هـو المعبود وحده، الذي لا تنبغي العبادة ولا تصلح إلا له تعالى.

“Dan bila jelas kepastian hal itu, maka diketahuilah bahwasanya Allah ta’ala semata Dialah yang berhak diibadahi, Yang tidak selayaknya dan tidak benar ibadah ditujukan kecuali kepada-Nya ta’ala.”
(Tafsir as Si’di) cet. Muasassah ar Risalah.

Disebutkan pula dalam kitab (Ushulul Iman):

وقد جاء في بعض الآثار أن قوما أرادوا البحث مع الإمام أبي حنيفـة في تقرير توحيد الربوبية، فقال لهم رحمه الله: «أخبروني قبل أن نتكلم في هـذه المسألة عن سفينة في دجلة تذهب فتمتلئ من الطعام وغيره بنفسها وتعـود بنفسها، فترسو بنفسها وترجع، كل ذلك من غير أن يديرها أحد؟».

“Datang dalam sebagian riwayat bahwa sekelompok orang hendak membahas tentang penetapan tauhid rububiyah (bahwasanya Allah Sang Pencipta, Pemberi rezeki, dan Pengatur alam,pen) bersama imam Abu Hanifah رحمه الله تعالى.
Maka Abu Hanifah رحمه الله تعالى berkata kepada mereka: “Beritahu aku sebelum kita membahas masalah ini, ada sebuah kapal di sungai Dajlah berangkat berlayar, kemudian kapal tersebut penuh berisi makanan dan lain-lain dengan sendirinya, kemudian balik dengan sendirinya, berhenti sendiri dan balik lagi, semua itu terjadi tanpa ada seorang pun yang mengemudikannya ?”

فقالوا: «هذا محال لا يمكن أبدا. فقال لهم: إذا كان هـذا محـالا في سفينة فكيف في هذا العالم كله علوه وسفله؟».

Maka mereka menjawab: “Ini sama sekali tidak mungkin.”
Maka Abu Hanifah رحمه الله تعالى berkata kepada mereka: *”Kalau yang seperti ini saja tidak mungkin terjadi pada sebuah kapal, maka bagaimana dengan seluruh alam semesta ini baik yang di atas maupun di bawah?”

فنبه إلى أن اتساق العالم ودقة صنعه وتمام خلقه دليل على وحدانيـة خالقه وتفرده.
(كتاب أصول الإيمان) ص.١٧ مكتبة دار الفجر

“Imam Abu Hanifah mengingatkan bahwa keteraturan alam, detil penciptaannya, dan kesempurnaan penciptaannya merupakan dalil tentang keesaan dan sifat tunggal Penciptanya.”
(Kitab Ushulul Iman) hal.17, Maktabah Darul Fajr.
Semoga Allah ta’ala mengokohkan hati kita di atas iman dan Islam sampai kita mendapatkan husnul khatimah..

آمين يارب العالمين
وصلى الله على سيدنا ونبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين..

No More Posts Available.

No more pages to load.