HIDUPKAN SEPULUH MALAM TERAKHIR

oleh -286 Dilihat
oleh

Berkata Abdul Aziz bin Baz رحمه الله:

“Malam Lailatul Qadar telah diberitakan oleh Nabi ﷺ bahwa ia berada pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan. Beliau juga menjelaskan bahwa malam-malam ganjil lebih ditekankan daripada malam genapnya. Barang siapa menghidupkan seluruh malam tersebut, maka ia akan mendapatkan Lailatul Qadar.

Telah sahih dari Rasulullah ﷺ bahwa beliau bersabda,

‘Barang siapa menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.’

Maknanya adalah bahwa siapa yang menghidupkan malam tersebut dengan shalat dan berbagai bentuk ibadah, seperti membaca Al-Qur’an, berdoa, bersedekah, dan selainnya, dengan iman bahwa Allah mensyariatkan hal itu serta mengharap pahala dari-Nya, bukan karena riya atau tujuan dunia, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu.

Namun menurut jumhur ulama, pengampunan ini dengan syarat menjauhi dosa-dosa besar, berdasarkan sabda Nabi ﷺ,

‘Shalat lima waktu, dari Jumat ke Jumat, dan dari Ramadhan ke Ramadhan adalah penghapus dosa di antara keduanya selama dosa-dosa besar dijauhi.’

(HR. Muslim)

Maka kita memohon kepada Allah agar memberikan taufik kepada seluruh kaum muslimin di mana pun berada untuk menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala. Sesungguhnya Dia Maha Pemurah lagi Maha Mulia.”

 

Syaikh Abdul Aziz bin Baz رحمه الله, no. soal 12972, situs resmi Ibn baz.

قال شيخ بن باز رحمه الله,

ليلةُ القدرِ أخبرَ النبيُّ صلى الله عليه وسلم أنها في العشرِ الأخيرةِ من رمضان، وبيَّن عليه الصلاة والسلام أن أوتارَ العشرِ آكَدُ من أشفاعِها، فمن قامها جميعًا أدركَ ليلةَ القدر.

وقد صحَّ عن رسولِ الله صلى الله عليه وسلم أنه قال:

«من قام ليلةَ القدرِ إيمانًا واحتسابًا غُفِر له ما تقدَّم من ذنبه».

والمعنى أنَّ من قامها بالصلاةِ وسائرِ أنواعِ العبادة: من قراءةٍ ودعاءٍ وصدقةٍ وغيرِ ذلك، إيمانًا بأنَّ الله شرعَ ذلك واحتسابًا للثواب من عنده، لا رياءً ولا لغرضٍ آخر من أغراض الدنيا؛ غفرَ الله له ما تقدَّم من ذنبه.

وهذا عند جمهورِ أهلِ العلم مقيَّدٌ باجتنابِ الكبائر؛ لقولِ النبي صلى الله عليه وسلم:

«الصلواتُ الخمسُ، والجمعةُ إلى الجمعةِ، ورمضانُ إلى رمضانَ، مكفِّراتٌ لما بينهنَّ إذا اجتُنِبَتِ الكبائر».

خرَّجه الإمام مسلم في صحيحه.

فنسألُ الله أن يوفِّقَ المسلمين جميعًا في كلِّ مكانٍ لقيامِها إيمانًا واحتسابًا، إنه جوادٌ كريم.