Cinta dan ridha dari Allah ta’ala, menjadi suatu hal yang sangat diimpi-impikan oleh seorang hamba muslim. Di mana hanya dengan cinta dan

Adab: Dengan dibaca fathah (huruf ‘a’) pada hamzah dan dal, merupakan masdar (kata benda dari kata kerja) dari kata aduba ar-rajul (seorang pria beradab), artinya: dia menjadi beradab dalam akhlak atau ilmu.

Ibnu Hajar dalam Al-Fath berkata, “Adab adalah menerapkan apa yang terpuji dalam perkataan dan perbuatan, yaitu mengambil akhlak mulia. Ini adalah petunjuk yang dengannya Allah menyempurnakan Nabi-Nya Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berfirman,

Adab Penuntut Ilmu di Majelis Ulama

Apabila seseorang mencintai duduk bersama para ulama, maka ia duduk bersama mereka dengan adab dan rendah hati dalam dirinya. Ia merendahkan suaranya di bawah suara mereka, dan bertanya kepada mereka dengan penuh ketundukan.

Pertanyaan yang paling sering ia ajukan adalah tentang ilmu yang dengannya Allah telah membebani dirinya untuk beribadah. Ia mengabarkan kepada mereka bahwa ia adalah seorang yang fakir (butuh) terhadap ilmu yang ia tanyakan.