HARAMNYA BERJABAT TANGAN DENGAN SELAIN MAHRAM

oleh -1179 Dilihat
oleh

Idul Fitri merupakan hari perayaan kaum muslimin yang mana pada hari tersebut seorang muslim yang satu mendoakan kebaikan untuk saudara muslimnya yang lain terutama ketika mereka saling bertemu, mereka saling berjabat tangan satu sama lain sambil mendoakan saudaranya, maka hendaknya untuk seseorang untuk memperhatikan adab-adab berjabat tangan, di antaranya tidak berjabat tangan dengan selain mahram walaupun dengan adanya kaos tangan, sebagaimana apa yang ditanyakan kepada Syekh Abdul Aziz bin Baaz

س: الأخمن المعهد العلمي بحوطة بني تميم بالمملكة العربية السعودية يسأل عن حكم مصافحة المرأة الأجنبية إذا كانت عجوزا وكذلك يسأل عن الحكم إذا كانت تضع على يدها حاجزا من ثوب ونحوه؟

جـ: لاتجوز مصافحة النساء غير المحارم مطلقا سواء كن شابات أم عجائز، وسواء كان المصافح شابا أم شيخا كبيرا لما في ذلك من خطر الفتنة لكل منهما، وقد صح عن رسول الله صلى الله عليه وسلم أنه قال: «إني لا أصافح النساء» وقالت عائشة رضي الله عنها: «ما مست يد رسول الله صلى الله عليه وسلم يد امرأة قط ما كان يبايعهن إلا بالكلام» ولا فرق بين كونها تصافحه بحائل أو بغير حائل لعموم الأدلة، ولسد الذرائع المفضية إلى الفتنة والله ولي التوفيق

Pertanyaan: “Saudara dari Institut Ilmu (Ma’had ‘Ilmi) di Hawtah Bani Tamim, Kerajaan Arab Saudi bertanya tentang hukum berjabat tangan dengan perempuan asing (bukan mahram) jika dia sudah tua ?, dan jika dia meletakkan pada tangannya suatu penghalang dari kain atau yang selainnya maka apa hukumnya?”.

Berkata Syekh bin Baaz, “Tidak di perbolehkan berjabat tangan dengan seorang perempuan yang bukan mahram secara mutlak, sama saja mau mereka pemudi-pemudi atau nenek-nenek sama saja pemuda atau lelaki tua dikarenakan padanya terdapat bahayanya fitnah bagi seluruh dari keduanya, dan sungguh telah shahih hadis bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Sesungguhnya aku tidak pernah berjabat tangan dengan para wanita dan Aisyah berkata, ‘Tidak pernah tangan Rasulullah menyentuh tangan seorang perempuan sekalipun, tidaklah Beliau membai’at mereka kecuali dengan ucapan, dan tidak ada perbedaan mau itu keadaan berjabat tangannya dengan adanya penghalang atau tidak , dikarenakan keumuman dalil-dalil dan untuk menutup pintu-pintu yang akan menghantarkan kepada fitnah dan Allah lah yang memberikan taufik.”

(Majmu’ Fatawa Wa Maqoolaat Al-Mutanawwi’ah Ibnu Abbas Jilid 6 hlm 280)

Ditulis oleh: Humam Muhammad Al Katiri (santri TDNI angkatan ke-2)

No More Posts Available.

No more pages to load.