Salafy Majalengka

Asy-Syaikh Muḥammad bin Ṣāliḥ al-‘Utsaimīn rahimahullāh berkata,”Adapun perkara yang wajib seseorang berpuasa darinya, mungkin kalian akan merasa heran jika aku mengatakan: Sesungguhnya yang wajib seseorang berpuasa darinya adalah maksiat…

Saya membaca dalam Shahih Al-Jāmi’ hadis no. (397) yang dinilai sahih oleh Al-Albani, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,“Apabila telah memasuki pertengahan bulan Sya‘ban, maka janganlah kalian berpuasa hingga datang bulan Ramadan.”

Namun terdapat hadis lain dalam Shahih Al-Jāmi’ no. (4638), dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, yang juga dinilai sahih, bahwa beliau berkata,“Bulan yang paling Rasulullah ﷺ sukai untuk berpuasa adalah bulan Sya‘ban, kemudian beliau menyambungkannya dengan Ramadan.”

Bagaimana cara mengompromikan (menyatukan pemahaman) antara dua hadis ini?

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.