JIKALAU AL-QUR’AN DITURUNKAN KEPADA GUNUNG

oleh -520 Dilihat
oleh

قال الله تعالى في سورة الحشر آية 21 :

لَوْ أَنْزَلْنَا هَذَا الْقُرْآنَ عَلَى جَبَلٍ لَرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُتَصَدِّعًا مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ وَتِلْكَ الأمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ⟫  ⟪

فإن هذا القرآن لو أنزله على جبل لرأيته خاشعا متصدعا من خشية الله أي: لكمال تأثيره في القلوب، فإن مواعظ القرآن أعظم المواعظ على الإطلاق، وأوامره ونواهيه محتوية على الحكم والمصالح المقرونة بها، وهي من أسهل شيء على النفوس، وأيسرها على الأبدان، خالية من التكلف لا تناقض فيها ولا اختلاف، ولا صعوبة فيها ولا اعتساف، تصلح لكل زمان ومكان، وتليق لكل أحد.

ثم أخبر تعالى أنه يضرب للناس الأمثال، ويوضح لعباده في كتابه الحلال والحرام، لأجل أن يتفكروا في آياته ويتدبروها، فإن التفكر فيها يفتح للعبد خزائن العلم، ويبين له طرق الخير والشر، ويحثه على مكارم الأخلاق، ومحاسن الشيم، ويزجره عن مساوئ الأخلاق، فلا أنفع للعبد من التفكر في القرآن والتدبر لمعانيه.

Allah ta’ala berfirman:

“Kalau seandainya Kami turunkan Al-Quran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk dan hancur terpecah karena takut kepada Allah.
Itulah perumpamaan-perumpamaan yang Kami buat untuk manusia, agar mereka mau berpikir.” (QS Al-Hasyr: 21)

Sesungguhnya Al-Quran seandainya diturunkan kepada sebuah gunung yang besar dan kokoh, maka gunung itu akan menjadi tunduk, bahkan hancur karena rasa takutnya kepada Allah. Ini menunjukkan betapa besar pengaruh Al-Quran terhadap hati manusia, karena nasihat yang ada di dalam Al-Quran adalah nasihat yang paling kuat secara mutlak. Perintah dan larangannya juga penuh dengan hikmah dan manfaat, serta mudah untuk dijalankan. Tidak ada yang sulit, berbelit, atau bertentangan di dalamnya. Al-Quran cocok untuk segala tempat dan waktu, dan bisa diterapkan oleh siapa saja.

Allah kemudian menjelaskan bahwa Dia menyampaikan berbagai perumpamaan dalam Al-Quran dan menjelaskan yang halal dan haram agar manusia mau berpikir dan merenungkan isinya, karena dengan merenungkan Al-Quran seseorang bisa mendapatkan ilmu, mengenali jalan kebaikan dan keburukan, termotivasi untuk berakhlak mulia, serta dijauhkan dari akhlak buruk. Tidak ada yang lebih bermanfaat bagi seseorang selain merenungi dan memahami makna-makna dalam Al-Quran.

Sumber: Tafsir As Sa’di. Hlm. 853

No More Posts Available.

No more pages to load.