MAKANAN BAGI PEMUTUS TALI SILATURAHMI

oleh -954 Dilihat
oleh

 حديث أبي هريرة: “‌أنَّ ‌رجلاً ‌قال: ‌يارسول ‌الله! ‌إنَّ ‌لي ‌قرابةً أصلهم، ويقطعونني، وأُحسن إليهم، ويسيئون إليَّ، وأحلم عنهم، ويجهلون عليَّ؟ فقال النَّبي صلى الله عليه وسلم: إنْ كُنت كما قلت، فكأنَّمَا تُسِفهم المَلَّ، ولا يزال معك من الله ظهيرٌ عليهم ما دمت على ذلك”

Hadis Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya ada seseorang berkata, “Wahai Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, sesungguhnya aku memiliki kerabat, aku menjalin hubungan kepada mereka tetapi meraka memutusku, aku berbuat baik kepada mereka tetapi mereka berbuat jelek kepadaku, aku berbuat baik kepada mereka tetapi mereka zalim kepadaku.”

Maka Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam besabda, “Kalau memang terjadi seperti yang engkau katakan, maka seakan-akan engkau memberi makan mereka percikan bara api, dan senantiasa engkau bersama pertolongan Allah ta’ala atas pebuatan jelek mereka selama engkau seperti itu. (Riwayat Muslim: 2558)

Ini adalah hadis yang menunjukan pentingnya menyambung tali silaturahmi, akan tetapi banyak manusia yang lupa dan menganggap remeh masalah ini, sehingga hal ini banyak terjadi terutama pada orang-orang yang di dalam dirinya memiliki sifat sombong, merasa dirinya tinggi, gengsi, yang itu semua menyebabkan dirinya tidak pernah merasa bersalah, atau karena sebab gengsinya dia angkuh dan tidak mengaku bersalah dalam keadaan dia mengetahui bahwa dirinya itu salah, yang akhirnya tanpa mereka sadari mereka telah menabung dosa dengan perbuatan mereka, yaitu memutus tali silaturahmi. Oleh karena itu, di sini diingatkan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dengan peringatan azab Allah ta’ala yang sangat pedih bagi mereka-mereka yang masih memutus tali silaturahmi.

No More Posts Available.

No more pages to load.