عن أبي سعيد الخدري قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ” يوشك أن يكون خير مال المسلم غنم يتبع بها شعف الجبال ومواقع القطر يفر بدينه من الفتن “صحيح البخاري 19
Dari Abu Sa’id Al-Khudri, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Akan datang suatu masa di mana sebaik-baik harta seorang muslim adalah kambing yang ia gembalakan di puncak-puncak gunung dan tempat-tempat turunnya hujan, karena ia lari menyelamatkan agamanya dari fitnah.”
Imam al-Bukhari memberi judul dalam bab hadit tersebut bahwa lari dari fitnah adalah bagian dari agama. Meskipun dalam teks hadit itu sendiri hanya tersirat keutamaan orang yang mengasingkan diri demi menjaga agamanya dari fitnah. Namun, ketika Nabi menjadikan kambing sebagai sebaik-baik harta dalam kondisi seperti itu, hal ini menunjukkan bahwa tindakan menghindari fitnah adalah bagian dari sifat Islam itu sendiri—sedangkan Islam adalah agama.
Lebih jelas lagi, terdapat hadits lain yang diriwayatkan Al-Bukhari dalam permulaan Kitab Al-Jihad, dari Al-Zuhri, dari ‘Atha’ bin Yazid, dari Abu Sa’id, bahwa para sahabat pernah bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang paling utama?” Beliau menjawab, “Seorang mukmin yang berjihad di jalan Allah dengan jiwa dan hartanya.” Mereka bertanya lagi, “Lalu siapa setelahnya?” Beliau menjawab, “Seorang mukmin yang berada di salah satu celah lembah, bertakwa kepada Allah dan tidak mengganggu orang lain.”
Meskipun dalam hadit ini tidak disebutkan kata “fitnah”, tetapi isinya menunjukkan bahwa menjauh dari keburukan dan keramaian untuk menjaga takwa adalah sikap yang utama.
Diriwayatkan juga oleh Abu Dawud, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya, “Siapakah orang mukmin yang paling sempurna imannya?” Lalu beliau menyebutkan orang yang mengasingkan diri dan menjauh dari keburukan. Ini menjadi dalil bahwa menjauh dari keburukan adalah bagian dari kesempurnaan iman.
Dalam Musnad Ahmad dan Jami‘ al-Tirmidzi, diriwayatkan dari Thawus, dari Ummu Malik al-Bahziyyah, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sebaik-baik manusia di masa fitnah adalah seseorang yang mengasingkan diri bersama hartanya, beribadah kepada Tuhannya, dan menunaikan hak-haknya, serta seseorang yang menggenggam tali kendali kudanya di jalan Allah.”
Sumber: Fath al-Bari





