Pertanyaan:
Apakah yang lebih utama bagi wanita adalah shalat tarawih di rumah?
Banyak wanita yang melaksanakan shalat tarawih bersama laki-laki di masjid. Manakah yang lebih utama bagi mereka, shalat di rumah atau di masjid?
Terlebih lagi, banyak dari mereka mengatakan bahwa hal itu membantu dan memberi semangat bagi mereka, khususnya jika mereka tidak mampu membaca Al-Qur’an dari mushaf (dengan lancar).
Jawaban:
Shalat wanita di rumah lebih utama.
Namun, jika shalatnya di masjid lebih bisa membuatnya semangat, lebih khusyuk, dan ia khawatir shalatnya di rumah menjadi sia-sia, maka dalam kondisi ini shalat di masjid bisa menjadi lebih baik.
Karena keutamaan ini berkaitan dengan ibadah itu sendiri, sedangkan rumah berkaitan dengan tempat ibadah. Dan keutamaan yang berkaitan langsung dengan ibadah lebih didahulukan daripada keutamaan yang hanya berkaitan dengan tempatnya.
Namun ada catatan penting:
Wajib bagi wanita, jika ia keluar rumah, untuk:
- Menutup aurat dengan sempurna
- Tidak berhias berlebihan
- Tidak memakai wewangian
Oleh karena itu, wanita yang memakai parfum pada bagian yang dilewati jamaah laki-laki di masjid, dosanya lebih besar daripada pahalanya, karena wanita akan enimbulkan fitnah bagi laki laki dengan parfum tersebut.
Rasulullahﷺ bersabda,
“Wanita mana saja yang memakai wewangian, maka janganlah ia menghadiri shalat Isya bersama kami.”
Ya, seandainya seorang wanita datang ke masjid dengan membawa wewangian, lalu ia shalat di masjid dan dia serta wanita lainnya yang ada di tempat itu tidak memakai parfum tersebut di tubuhnya, melainkan hanya untuk mengharumkan tempat, maka hal itu tidak mengapa. Namun lebih utama untuk meninggalkannya, agar tidak menjadi contoh bagi wanita lain yang tidak melakukan dengan cara yang benar.
Sumber: Seri Al-Liqā’ asy-Syahri (Kajian Bulanan)
Pertemuan Bulanan: ke-8
Bab: Puasa → I‘tikaf dan Qiyam (shalat malam)
هل الأفضل في حق النساء صلاة التراويح في البيت؟
السؤال: كثير من النساء تُصلي التراويح مع الرجال في المسجد، فهل الأفضل لها هذا أم في البيت أفضل؟
خصوصًا وأن الكثير منهن تقول: إن ذلك مما يعينها ويشجعها، خصوصًا إذا كانت لا تستطيع القراءة في المصحف؟
الجواب: صلاتها في البيت أفضل، لكن إذا كانت صلاتها في المسجد أنشط لها، وأخشع لها، وتخشى إن صلت في البيت أن تضيع صلاتها، فقد يكون المسجد هنا أفضل؛ لأن هذه المزية تتعلق بنفس العبادة، والبيت يتعلق بمكان العبادة، والمزية التي تكون في العبادة أولى بالمراعاة من المزية التي تكون في مكانها.
ولكن يجب على المرأة إذا خرجت أن تخرج مستترة، غير متبرجة ولا متطيبة، وعليه فالنساء اللاتي يأتين بالبخور في الجانب الذي يُصلي فيه النساء هن إلى الإثم أقرب منهن إلى الأجر؛ لأن النساء يتطيبن بهذا البخور، فتخرج المرأة وهي متطيبة، وقد قال النبي صلى الله عليه وآله وسلم:
«أيما امرأة أصابت بخورًا فلا تشهد معنا العشاء».
نعم، لو فرض أن المرأة جاءت بالبخور فإذا صلت المسجد وضعت البخور ولا تأخذه هي ولا من في المكان وإنما تطيب المكان فقط، فهذا لا بأس به إلا أن تركه أولى؛ لئلا يُقتدى بها من لا تصنع هذا الصنيع.
المصدر: سلسلة اللقاء الشهري < اللقاء الشهري [8]
الصيام < الاعتكاف والقيام
