BERHATI-HATILAH DENGAN KEMARAHAN

oleh -9 Dilihat
oleh

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, ‘Seorang laki-laki datang dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, berilah aku wasiat. ‘Maka beliau bersabda, ‘Jangan marah.’ Kemudian orang itu mengulang permintaannya beberapa kali, dan Nabi tetap menjawab, ‘Jangan marah.'” (HR. Bukhari)
Laki-laki ini awalnya menyangka bahwa nasihat yang diberikan adalah sesuatu yang bersifat khusus. Namun, ia menginginkan wasiat yang lebih umum dan menyeluruh dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh karena itu, ia terus mengulang permintaannya. Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tetap memberikan jawaban yang sama, akhirnya ia menyadari bahwa nasihat ini adalah sebuah prinsip yang luas dan mencakup banyak hal.
Ini menunjukkan bahwa kemarahan adalah sumber segala keburukan, sedangkan menjaga diri darinya adalah sumber segala kebaikan.
Ja’far bin Muhammad berkata, ‘Kemarahan adalah kunci segala keburukan.’
Seseorang bertanya kepada Ibnul Mubarak, ‘Ringkaskanlah akhlak yang baik dalam satu kata.’ Ia menjawab, ‘Menahan amarah.’
Demikian pula, Imam Ahmad dan Ishaq bin Rahawaih menafsirkan akhlak yang baik sebagai meninggalkan kemarahan.
Nasihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ‘Jangan marah’ mengandung dua hal yang sangat penting:
1. Melakukan beberapa upaya sebelum datangnya kemarahan – Mencakup usaha untuk membangun karakter baik, melatih kesabaran, dan membiasakan diri menghadapi gangguan dari orang lain, baik berupa ucapan maupun perbuatan. Jika seseorang terbiasa bersikap baik dan sabar, maka ketika kemarahan datang, ia dapat menghadapinya dengan karakter yang terlatih, kesabaran, serta pemahaman akan dampak positif dari menahan emosi.
2. Mengendalikan diri setelah marah – Marah adalah sesuatu yang sulit untuk dihindari sepenuhnya, tetapi seseorang masih bisa memilih untuk tidak menuruti dorongan amarahnya. Oleh karena itu, jika seseorang marah, ia harus menahan dirinya dari perkataan, perbuatan, dan hal-hal yang terlarang yang diakibatkan oleh kemarahan.”
Referensi: – BAHJATUL QULUUBIL ABROR
– JAAMI’UL ULUUM WAL HIKAM

No More Posts Available.

No more pages to load.