PERKATAAN BAIK LEBIH UTAMA DARIPADA SEDEKAH YANG DIIRINGI CERCAAN

oleh -12 Dilihat
oleh

Allah ﷻ berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 263:

قَوْلٌ مَّعْرُوفٌ وَمَغْفِرَةٌ خَيْرٌ مِّن صَدَقَةٍ يَتْبَعُهَآ أَذًى ۗ وَٱللَّهُ غَنِىٌّ حَلِيم

“Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik daripada sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun.”

 

Imam Asy-Syaukani menafsirkan firman Allah  “قَوْلٌ مَّعْرُوفٌ” dengan: ucapan yang baik dari orang yang dimintai kepada orang yang meminta adalah bentuk hiburan, pengharapan terhadap apa yang ada di sisi Allah, serta balasan dengan ucapan yang ma’ruf. Hal itu lebih baik daripada sedekah yang diiringi dengan cercaan kepada orang yang meminta.

Sebagaimana Rasulullah ﷺ bersabda:

الكلمة الطيبة صدقة، وإن من المعروف أن تلقى أخاك بوجه طلق

“Kata-kata yang baik adalah sedekah, dan termasuk kebaikan adalah engkau menemui saudaramu dengan wajah yang ceria.” (HR. Muslim)

Maksudnya, orang yang meminta hendaknya disambut dengan wajah berseri dan ramah, diperlakukan dengan lembut, serta didekatkan. Jika tidak mampu memberi, minimal jangan membuatnya kecewa.

Sebagian ulama berkata: “Hak orang yang membutuhkan adalah disambut dengan wajah ceria. Jika engkau tidak mampu memenuhi kebutuhannya, maka jangan menambah penderitaannya dengan penolakan kasar.”

Abul Hasan Muhammad Al-Bashri menceritakan bahwa Abu Bakar bin Durayd pernah meminta sesuatu kepada salah satu pejabat. Namun, permintaannya tidak dipenuhi dan tampak raut tidak suka dari pejabat itu. Maka beliau berkata:

Jangan jadikan orang yang meminta merasa hina karena kekurangan yang tampak darimu. Jika zaman membuatmu tak mampu memberi, maka biarkan wajahmu tetap berseri. Jangan sambut penolakan dengan wajah muram, sebab kemuliaan seseorang tampak dari keramahan wajahnya. Ketahuilah, engkau hanyalah sedikit hartanya, tetapi wajah ramahmu bisa sangat berarti baginya. Bisa jadi engkau melihat orang pelit sebagai tercela, namun kabar yang baik dengan wajah indah itu lebih mulia.

Diriwayatkan pula dari Umar رضي الله عنه bahwa Nabi ﷺ bersabda: “Jika ada seorang peminta datang kepada kalian, jangan kalian putus pembicaraannya sampai ia selesai berbicara. Kemudian jawablah dengan lembut dan sopan, atau berilah sesuatu dengan baik.”

 

Referensi

  • Al-Jami’ li Ahkamil Qur’an, karya Abu ‘Abdillah Muhammad Al-Qurthubi.
  • Fathul Qadir, karya Al-Imam Asy-Syaukani.

No More Posts Available.

No more pages to load.