RASA MALU BAGIAN JIWA KAUM MUSLIMIN

oleh -18 Dilihat
oleh

Adab adalah sekumpulan akhlak yang diterapkan oleh seseorang sehingga ia dipuji karenanya. Di antara adab yang mulia tersebut adalah rasa malu.

Rasa malu merupakan sifat yang tertanam dalam jiwa dan mendorong seseorang untuk melakukan hal-hal yang memperindah serta menghiasi dirinya, sekaligus meninggalkan hal-hal yang menodai dan mencoreng kehormatannya.

Karena itu, engkau akan mendapati bahwa seseorang yang memiliki rasa malu:

  • Jika melakukan sesuatu yang menyelisihi kehormatan (muru’ah), ia merasa malu kepada manusia.
  • Jika melakukan sesuatu yang diharamkan, ia merasa malu kepada Allah ‘Azza wa Jalla.
  • Jika meninggalkan suatu kewajiban, ia merasa malu kepada Allah.
  • Jika meninggalkan sesuatu yang sepantasnya dilakukan, ia merasa malu kepada manusia.

Oleh karena itu, rasa malu merupakan bagian dari iman. Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma meriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melewati seorang laki-laki dari kalangan Ansar yang sedang menasihati saudaranya tentang rasa malu. Maksudnya, ia sedang mendorong dan memotivasi saudaranya agar memiliki rasa malu. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan:

«الْحَيَاءُ مِنَ الْإِيمَانِ»

“Rasa malu adalah bagian dari iman.”

Sumber: Syarah Riyadhus Shalihin oleh Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin

No More Posts Available.

No more pages to load.