ALLAH SANGAT SENANG DENGAN TAUBATNYA SEORANG HAMBA

oleh -25 Dilihat
oleh

Manusia merupakan tempatnya dosa dan salah. Hal ini tidak bisa dipungkiri, sebagaimana yang Rasulullah ﷺ sabdakan:

«كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ، وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ»

“Setiap anak Adam (manusia) banyak melakukan kesalahan (dosa), dan sebaik-baik orang yang banyak melakukan kesalahan adalah mereka yang banyak bertaubat.”
(HR. At-Tirmidzi no. 2499)

Oleh karena itu, perbanyaklah bertaubat kepada Allah Ta’ala, karena pasti kita tidak luput dari yang namanya dosa. Ketahuilah bahwa Allah sangat senang dengan taubat seorang hamba, sebagaimana yang Rasulullah ﷺ sabdakan:

«وعنْ أبي حَمْزَةَ أَنَس بنِ مَالِكٍ الأَنْصَارِيِّ خَادِمِ رسولِ الله صلى الله عليه وسلم، رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “للَّهُ أَفْرحُ بتْوبةِ عَبْدِهِ مِنْ أَحَدِكُمْ سقطَ عَلَى بعِيرِهِ وقد أَضلَّهُ في أَرضٍ فَلاةٍ “متفقٌ عليه.

وفي رواية لمُسْلمٍ: “للَّهُ أَشدُّ فَرَحاً بِتَوْبةِ عَبْدِهِ حِين يتُوبُ إِلْيهِ مِنْ أَحَدِكُمْ كَانَ عَلَى راحِلَتِهِ بِأَرْضٍ فلاةٍ، فانْفلتتْ مِنْهُ وعلَيْها طعامُهُ وشرَابُهُ فأَيِسَ مِنْهَا، فأَتَى شَجَرةً فاضْطَجَعَ في ظِلِّهَا، وقد أَيِسَ مِنْ رَاحِلتِهِ، فَبَيْنما هوَ كَذَلِكَ إِذْ هُوَ بِها قَائِمة عِنْدَهُ، فَأَخذ بِخطامِهَا ثُمَّ قَالَ مِنْ شِدَّةِ الفَرحِ: اللَّهُمَّ أَنت عبْدِي وأَنا ربُّكَ، أَخْطَأَ مِنْ شِدَّةِ الفرح”.»

Dari Abu Hamzah Anas bin Malik Al-Anshari, pelayan Rasulullah ﷺ, radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sungguh, Allah lebih gembira dengan taubat hamba-Nya daripada (kegembiraan) salah seorang dari kalian yang menemukan kembali untanya yang telah hilang darinya di padang pasir yang luas.”
(Muttafaq ‘alaih; diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat Imam Muslim disebutkan:

“Sungguh, Allah sangat gembira menerima taubat hamba-Nya ketika ia bertaubat kepada-Nya, melebihi (kegembiraan) salah seorang dari kalian yang sedang menunggangi untanya di padang pasir yang luas, lalu unta itu terlepas (kabur) darinya, padahal makanan dan minumannya berada di atas unta tersebut. Ia pun putus asa untuk menemukannya kembali. Kemudian ia mendatangi sebuah pohon dan berbaring di bawah naungannya dalam keadaan benar-benar putus asa untuk menemukan kembali untanya.

Ketika ia dalam keadaan seperti itu, tiba-tiba unta tersebut sudah berdiri di sisinya. Ia pun segera memegang tali kekangnya. Kemudian, karena sangat gembira, ia berkata, ‘Ya Allah, Engkau adalah hambaku dan aku adalah Tuhan-Mu!’ Ia salah ucap karena saking gembiranya.”

No More Posts Available.

No more pages to load.