“Setiap jiwa akan merasakan kematian, dan sesungguhnya kalian akan diberikan pahala pada Hari Kiamat kelak. Maka barang siapa yang dikeluarkan dari api neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh-sungguh dia telah beruntung. Dan tidaklah kehidupan dunia melainkan hanya kesenangan yang menipu.”   (QS. Ali-Imran: 185)

Masa demi masa, dosa semakin biasa, kekejian tersebar di mana-mana, disebutkan di dalam sebuah hadis, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sebaik-baik umat adalah generasiku, kemudian generasi setelahnya, kemudian generasi setelahnya.”…

Makhluk yang paling tertipu adalah orang yang tertipu oleh dunia dan sesuatu yang disegerakan dari dunia, lalu lebih mengutamakannya dibanding akhirat, serta rela dengan dunia daripada ahkirat sampai-sampai sebagian dari mereka berkata, “Dunia itu kontan, sedangkan akhirat itu tangguhan (sesuatu yang ditunda), dan yang kontan lebih baik daripada yang tangguhan.”

        Dan sebagian lainnya berkata, “Jagung yang didapat secara nyata lebih baik daripada mutiara yang hanya dijanjikan.”

Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullahu ta’ala mengatakan, “Dan firman Allah Ta’ala,

 وَمَا ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَآ إِلَّا مَتَٰعُ ٱلۡغُرُورِ  merupakan perendahan terhadap perkara dunia, peremehan  pada urusannya dan dunia adalah hina, fana, sedikit, dan akan lenyap, sebagaimana firman Allah Ta‘ala,

Seorang mukmin adalah orang yang bertanggung jawab atas dirinya, menghitung amalnya karena Allah. Sesungguhnya hisab di hari kiamat akan menjadi ringan bagi….