Surat Maryam merupakan salah satu surat Makkiyah yang menampilkan kisah-kisah para nabi, termasuk Nabi Zakaria ‘alaihis salam. Salah satu ayat yang menyentuh hati dalam surat ini adalah ketika Nabi Zakaria ‘alaihis salaam menyampaikan doa penuh harap kepada Allah ta’ala di usia senja. Ayat ke-empat dalam surat ini memuat isi doanya yang sarat dengan adab, keikhlasan, dan keyakinan yang mendalam.

Allah Ta’ala memerintahkan untuk bertabayun dan tidak tergesa-gesa dalam perkara-perkara yang dikhawatirkan akan membawa akibat buruk. Allah memerintahkan dan menghasung untuk segera kepada urusan urusan yang baik yang dikhawatirkan terluputkan. Kaedah ini sangat banyak disebutkan dalam Al-Qur’an.

Allah Ta’ala memerintahkan untuk mentadabburi Al-Qur’an, yaitu merenungkan maknanya, memperhatikan secara mendalam isi kandungannya, awal dan akhir ayat-ayatnya, serta konsekuensinya. Karena tadabbur merupakan kunci ilmu dan pengetahuan. Dari sinilah segala kebaikan bisa diambil dan semua ilmu digali. Dengan tadabbur, iman dalam hati akan bertambah kuat dan akarnya makin kokoh.

Maka kamu akan mendapati ayat tentang Rahmat, diakhiri dengan sifat-sifat rahmat, dan ayat-ayat tentang hukuman dan azab, diakhiri dengan nama-nama Allah ta’ala yang menunjukkan keperkasaan, kekuasaan, kebijaksanaan, ilmu, dan kekuasaan mutlak-Nya…

yat ini menekankan bahwa hidayah (petunjuk) dari Allah ta’ala terkait erat dengan jihad, yaitu perjuangan dalam berbagai aspek kehidupan. Dan jihad yang paling utama adalah

,

[سورة البقرة (2): الآيات 183 الى 184] يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيامُ كَما كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ