MAKAN SEBELUM BERANGKAT MENUJU SALAT IDUL FITRI

oleh -1147 Dilihat
oleh

Hari Raya Idul Fitri. Tepatnya pada tanggal satu Syawal merupakan hari raya kaum muslimin. Kaum muslimin di seluruh dunia sangat bergembira di hari itu atas nikmat yang telah Allah sempurnakan untuk mereka. Dan juga atas hidayah dan taufiq yang telah Allah berikan kepada mereka selama Ramadan. Banyak dari mereka yang memanfaatkan momen tersebut dengan saling menziarahi, mendoakan kebaikan, dan makan bersama antar mereka. Seluruhnya bergembira ria pada hari itu.

Agama Islam adalah satu-satunya agama yang sempurna. Di mana tidak ada satupun perkara padanya melainkan telah di jelaskan secara detail hal-hal yang terkait dengannya. Terlebih terkait hari raya ini. Padanya terdapat perkara-perkara harus di perhatikan oleh kaum muslimin secara umum. Mulai dari adab-adab yang harus diperhatikan, hukum-hukum yang harus dipahami dan lain sebagainya. Di antara perkara-perkara yang harus diperhatikan adalah tentang makan terlebih dahulu sebelum berangkat menuju tempat salat, meskipun hanya dengan seteguk air dan beberapa butir kurma. Banyak sekali dari kita yang terluput darinya. Karena terlalaikan dengan rasa gembira yang tengah ia rasakan saat itu.

Hal ini sebagaimana yang di contohkan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Sahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu  pernah bercerita,

 (( كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم لَا يَغْدُو يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَأْكُلَ تمرات ))

“Dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak berangkat (menuju tempat salat) pada Hari Idul Fitri sampai beliau makan beberapa butir kurma.” H.R Imam Bukhari 910.

           Juga pada riwayat yang lain disebutkan, di dalam kitab al Um,

 عن صفوان بن سليم «أن النبي صلى الله عليه وسلم كان يطعم قبل أن يخرج إلى الجبان يوم الفطر، ويأمر به»

Dari Shofwan bin Sulaim, “Bahwa dahulu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam makan terlebih dahulu sebelum berangkat menuju padang sahara (tempat salat) pada hari Idul Fitri dan beliau juga memerintahkan untuk itu.” Setelah itu al Imam as Syafi’i rahimahullah menuturkan di dalam kitabnya,

(قال الشافعي): ونحن نأمر من أتى المصلى أن يطعم ويشرب قبل أن يغدو إلى المصلى، وإن لم يفعل أمرناه بذلك في طريقه، أو المصلى إن أمكنه، وإن لم يفعل ذلك فلا شيء عليه، ويكره له أن لا يفعل، ولا نأمره بهذا يوم الأضحى، وإن طعم يوم الأضحى فلا بأس عليه.

“Dan sungguh kami juga memerintahkan kepada siapa saja yang hendak berangkat menuju tempat salat untuk makan dan minum terlebih dahulu, jika ia tidak mau melakukannya, maka kami perintahkan ia ketika berada di jalan atau ketika telah sampai di tanah lapang kalau memungkinkan. Namun jika ia tidak melakukannya, maka tidak mengapa, tetapi dimakruhkan hal tersebut. Dan kita tidak perintahkan untuk melakukan ini pada Hari Raya Idul Adha, namun jika tetap makan terlebih dahulu maka tidak mengapa.”

[Dinukil dari kitab al Um jilid 1 hal. 266].

Ditulis oleh: Abdul Hamid (santri TDNI angkatan ke-2)

No More Posts Available.

No more pages to load.