“.قَالَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم: “مَنْ حَمَلَ عَلَيْنَا السِّلَاحَ فَلَيسَ مِنَّا
قال السهارنفوري: ((قوله: (من حمل علينا السلاح) أي: على المسلمين لقتالهم به بغير حق. قوله: “فليس منا” أي: ليس على طريقتنا، أو ليس متبعًا طريقتنا؛ لأن من حق المسلم على المسلم أن ينصره ويقاتل دونه لا أن يرعبه بحمل السلاح عليه لإرادة قتاله أو قتله. وقال الكرماني: أي: ليس ممن اتبع سنتنا وسلك طريقتنا لا أنه ليس من ديننا. قال: فما قولك في الطائفتين إحداهما باغية؟ ثم أجاب بقوله: الباغية ليست متبعة سُنَّة النبي صلى الله عليه وسلم.))
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa yang menodong senjata ke arah kami, maka dia bukan dari golongan kami.”
As-Saharanfury rahimahullah berkata, “Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ’Barang siapa yang menodongkan senjata ke arah kita.’ maksudnya adalah menodongkan ke arah kaum muslimin untuk memerangi mereka dengan senjata tersebut tanpa hak (alasan yang benar).
Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ’Maka orang tersebut bukan bagian dari kita.’ Maksudnya adalah bukan di atas jalan kita, atau bukan termasuk orang yang mengikuti jalan kita, karena hak muslim atas muslim lainnya adalah menolongnya dan berperang membelanya, bukan menakutinya dengan menodongkan senjata ke arahnya untuk memeranginya dan membunuhnya.
Al-Karmani rahimahullah berkata, “Yakni orang tersebut bukan orang yang mengikuti sunah kami dan menempuh jalan kami, bukan berarti dia keluar dari agama kami.”
Dikatakan kepadanya, ‘Apa pendapatmu tentang dua kelompok (yang saling memerangi satu sama lain), salah satunya adalah pemberontak?’ Beliau menjawab, ‘pemberontak tidak termasuk orang yang mengikuti sunah Nabi shallallahu shallallahu ‘alaihi wa sallam.’
[Dinukil dari kitab Al-Jami’ As-Shahih dengan catatan kaki As-Saharanfury]





