عن أبي هريرة؛ أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال “إياكم والظن. فإن الظن أكذب الحديث. ولا تحسسوا، ولا تجسسوا، ولا تنافسوا، ولا تحاسدوا، ولا تباغضوا، ولا تدابروا. وكونوا، عباد الله! إخوانا”.
ذكر النووي في كتابه (المنهاج شرح صحيح مسلم): (إياكم والظن) المراد به: النهي عن ظن السوء. قال الخطابي:” هو تحقيق الظن وتصديقه، دون ما يهجس في النفس، فإن ذلك لا يملك”. و(الحسد): تمني زوال النعمة. و(التنافس): التباري في الرغبة في الدنيا وأسبابها وحظوظها.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jauhkanlah diri kalian dari berprasangka buruk, karena berprasangka buruk adalah ucapan yang paling dusta. Janganlah kalian saling memata-matai, saling mencari-cari aib, saling berlomba-lomba (untuk mencari dunia), saling dengki, saling membenci, saling bermusuhan. Akan tetapi, jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.”
Imam An-Nawawy rahimahullah menyebutkan dalam kitabnya Al-Minhaj, “Maksud ucapan beliau ‘Jauhkanlah diri kalian dari berprasangla buruk’ adalah larangan berprasangka buruk. Al-Khathabi berkata, “Yang dilarang di sini adalah aktualisasi dari prasangka buruk itu dan membenarkannya, bukan prasangka yang masih terbersit di dalam hati, karena yang terakhir ini tidak dapat dikuasai oleh jiwa manusia.”
Yang dimaksud kata ‘dengki’ adalah berharap hilangnya suatu kenikmatan dari orang lain. Yang dimaksud kata ‘berlomba-lomba’ adalah berlomba-lomba mengejar dunia, sebab-sebabnya dan kesenangan-kesenangannya!
Sumber: Al-Minhaj Syarah Sahih Muslim, hadis no: 2563





