«توضيح الأحكام من بلوغ المرام» (7/ 303):
«وَعَنْ عَلِيٍّ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: “لَا تَبْدَؤُوا اليَهُودَ وَلَا النَّصَارَى بالسَّلَام، وَإِذَا لَقيْتُمُوهُمْ في طَرِيقٍ، فَاضْطَرُّوهُمْ إِلَى أَضْيَقِهِ” أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ»
ممّا يؤخذ من الحديث:
- من تلك الأحكام: أنَّ الكتابي إذا قابل المسلم في الطريق، فإنَّ المسلم يلجئه إلى أضيق الطريق، ويكون وسط الطريق وسعته للمسلم؛ إشعارًا بعزَّة الإسلام عليهم، ولعلَّ في هذه المضايقات لهم ما يدفعهم إلى الإسلام؛ لأنَّه ليس بينهم وبين هذه العزَّة إلَاّ الدخول في الإسلام، ليكون لهم ما للمسلمين، وعليهم ما عليهم.
- وفي الحديث النَّهي عن بداءة اليهود والنَّصارى بالسَّلام، فإنْ بدؤوا بالسلام، فقد جاء في البخاري (6258) ومسلم (2163) من حديث أنس؛ أنَّ النَّبيَّ صلى الله عليه وسلم قال: “إذَا سلَّم عليكم أهل الكتاب، فقولوا: وعليكم”.
Dari Ali radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Janganlah kalian memulai salam kepada Yahudi dan Nasrani. Apabila kalian bertemu mereka di jalan, maka paksalah mereka ke bagian yang paling sempit dari jalan tersebut.” (HR. Muslim)
Pelajaran yang dapat diambil dari hadis Ini:
- Dari hukum-hukum tersebut: Apabila seorang ahli kitab (Yahudi atau Nasrani) berpapasan dengan seorang muslim di jalan, maka seorang muslim harus memaksa mereka ke bagian jalan yang paling sempit. Sedangkan bagian tengah dan luas jalan adalah untuk muslim. Ini sebagai isyarat kemuliaan Islam atas mereka. Mungkin saja dalam kesempitan ini ada dorongan bagi mereka untuk memeluk Islam. Karena tidak ada penghalang antara mereka dan kemuliaan ini selain masuk Islam, sehingga mereka akan mendapatkan hak-hak sebagaimana muslim dan memiliki kewajiban-kewajiban sebagaimana muslim.
- Dalam hadis ini terdapat larangan memulai salam kepada Yahudi dan Nasrani. Namun, jika mereka yang memulai salam, maka telah disebutkan dalam kitab sahih Al Bukhari (6258) dan Muslim (2163) dari hadis Anas, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila ahli kitab mengucapkan salam kepada kalian, maka katakanlah, ‘Wa ‘alaikum (dan atas kalian juga).'”
Sumber: Tawdhih Al-Ahkam min Bulugh Al-Maram, jilid 7, halaman 303)
