HASAD: BAHAYA YANG WAJIB DIHINDARI OLEH PENUNTUT ILMU

oleh -59 Dilihat
oleh

Hasad adalah membenci nikmat yang Allah berikan kepada orang lain. Hasad tidak harus disertai keinginan agar nikmat tersebut hilang dari orang yang mendapatkannya. Bahkan, sekadar seseorang tidak menyukai nikmat yang Allah berikan kepada orang lain sudah termasuk hasad. Baik ia berharap nikmat itu hilang maupun tetap ada, selama ia membencinya, maka hal itu tetap disebut hasad.

Sebagaimana dijelaskan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah, beliau berkata:

((الحسد كراهة الإنسان ما أنعم الله به على غيره))

“Hasad adalah kebencian seseorang terhadap nikmat yang Allah berikan kepada orang lain.”

Hasad terkadang tidak dapat terlepas dari jiwa manusia. Maksudnya, perasaan tersebut bisa muncul secara spontan tanpa disengaja. Namun, dalam sebuah hadits disebutkan:

(إذا حسدت فلا تبغ، وإذا ظننت فلا تحقق)

“Jika kamu hasad, maka janganlah kamu berbuat zalim (dengan mengikuti hasad tersebut). Dan jika kamu berprasangka, maka janganlah kamu mencari-cari pembenarannya (jangan menindaklanjutinya).”

Maksud hadits ini adalah bahwa apabila seseorang mendapati dalam dirinya rasa hasad kepada orang lain, maka ia tidak boleh menurutinya, baik dengan ucapan maupun perbuatan.

Hasad merupakan salah satu sifat orang-orang Yahudi yang Allah Ta’ala sebutkan dalam firman-Nya:

﴿أَمْ يَحْسُدُونَ النَّاسَ عَلَىٰ مَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ ۖ فَقَدْ آتَيْنَا آلَ إِبْرَاهِيمَ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَآتَيْنَاهُمْ مُلْكًا عَظِيمًا﴾
(QS. An-Nisa: 54)

“Ataukah mereka dengki kepada manusia karena karunia yang telah Allah berikan kepadanya? Sungguh, Kami telah memberikan kepada keluarga Ibrahim Kitab dan hikmah, serta Kami telah memberikan kepada mereka kerajaan yang besar.”

Sumber: Kitabul ‘Ilmi, hlm. 54, karya Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah.

No More Posts Available.

No more pages to load.