DA’I HAKIKI

oleh -16 Dilihat
oleh

Masa-masa terbaik umat ini telah berlalu di atas jalan yang ditempuh oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Demikian pula para sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik. Generasi terdahulu mewariskan manhaj tersebut kepada generasi sesudahnya, dan generasi belakangan meneladani generasi sebelumnya. Dalam semua itu, mereka benar-benar meneladani Nabi mereka, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta berjalan di atas manhaj beliau, sebagaimana firman Allah Ta’ala:

﴾قُلْ هَذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ عَلَى بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي﴿

“Katakanlah (Muhammad), ‘Inilah jalanku. Aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (manusia) kepada Allah dengan basirah (ilmu dan hujah yang nyata).'”(QS. Yusuf: 108)

Mengenai firman Allah Ta’ala, وَمَنِ اتَّبَعَنِي﴿ (“dan orang-orang yang mengikutiku”), para ulama menjelaskan bahwa apabila frasa tersebut di-‘athaf-kan kepada dhamir (kata ganti) yang terdapat pada kata أَدْعُو﴿ (“aku mengajak”), maka ayat ini menjadi dalil bahwa para pengikut Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah para penyeru (da’i) kepada Allah.

Adapun jika frasa tersebut di-‘athaf-kan kepada dhamir munfashil ﴿أَنَا﴾ (“aku”), maka ayat ini menunjukkan bahwa para pengikut beliau adalah orang-orang yang memiliki basirah, yaitu ilmu dan pemahaman yang benar terhadap risalah yang beliau bawa.

Kedua penafsiran tersebut benar dan saling menguatkan. Seorang da’i yang hakiki adalah orang yang mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, berdakwah di atas ilmu dan basirah, serta menempuh manhaj yang telah beliau ajarkan.

Sumber: Syarh Al-‘Aqidah Ath-Thahawiyyah, hlm. 15.

No More Posts Available.

No more pages to load.