BAHAYANYA MENGIKUTI HAWA NAFSU

oleh -51 Dilihat
oleh

Allah Ta’ala berfirman:

أَفَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَٰهَهُ هَوَاهُ وَأَضَلَّهُ اللَّهُ عَلَىٰ عِلْمٍ وَخَتَمَ عَلَىٰ سَمْعِهِ وَقَلْبِهِ وَجَعَلَ عَلَىٰ بَصَرِهِ غِشَاوَةً ۖ فَمَن يَهْدِيهِ مِنۢ بَعْدِ اللَّهِ ۚ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ

“Maka pernahkah engkau melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya, lalu Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya, serta mengunci pendengaran dan hatinya, dan meletakkan penutup pada penglihatannya? Maka siapakah yang dapat memberinya petunjuk setelah Allah (membiarkannya sesat)? Tidakkah kamu mengambil pelajaran?”(QS. Al-Jatsiyah: 23)

Mengikuti keinginan hawa nafsu merupakan salah satu sebab tertutupnya hati seorang hamba. Akibatnya, ia akan sulit membedakan antara kebenaran dan kebatilan sehingga mudah terjerumus ke dalam kesesatan dan berbagai bentuk penyimpangan.

Muhammad bin Sirin rahimahullah pernah berkata:

إِنَّ أَسْرَعَ النَّاسِ رِدَّةً أَهْلُ الْأَهْوَاءِ

“Sesungguhnya manusia yang paling cepat terjatuh ke dalam kemurtadan adalah para pengikut hawa nafsu.”

Sumber: Syarh Al-‘Aqidah Ath-Thahawiyyah, hlm. 415.