MUDAWAMAH (TERUS-MENERUS) DALAM MENUNTUT ILMU

oleh -45 Dilihat
oleh

Thalabul ilmi (menuntut ilmu) itu tidak dibatasi oleh umur. Siapa pun kita, apa pun pangkat kita, dan di mana pun kita berada, wajib bagi kita untuk meluangkan waktu untuk mempelajari ilmu agama.
Alangkah baiknya jika kita mengambil faedah dari nasihat Syaikh Muqbil rahimahullah berikut ini.
Rasulullah ﷺ bersabda:

أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

“Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang dilakukan secara terus-menerus, meskipun sedikit.”
Betapa banyak penuntut ilmu yang cerdas, tetapi terputus di tengah jalan dalam menuntut ilmu atau merasa bosan sehingga tidak berhasil dalam menuntut ilmu tersebut.

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, “Dahulu aku adalah orang miskin yang senantiasa menyertai Rasulullah ﷺ demi mengisi perutku.” Maka, jadilah Abu Hurairah seorang penghafal hadis yang terkemuka di antara para sahabat radhiyallahu ‘anhum.

Sufyan bin Uyainah menyertai Amr bin Dinar selama kurang lebih 20 tahun. Maka, jadilah ia seorang yang sangat kokoh dalam bidang tersebut. Demikian pula Muhammad bin Ja’far, yang dikenal dengan julukan Ghundar, menyertai Syu’bah selama 20 tahun. Maka, kitabnya pun menjadi salah satu rujukan dalam mengetahui hadis-hadis Syu’bah.

Hal itu terjadi karena disertai kecintaan terhadap ilmu dan besarnya keinginan untuk memperolehnya.
Sungguh indah perkataan seseorang:

سَهَرِي لِتَنْقِيحِ الْعُلُومِ أَلَذُّ لِي ۞ مِنْ وَصْلِ غَانِيَةٍ وَطُولِ عِنَاقِ

“Begadangku untuk meneliti dan menyempurnakan ilmu lebih nikmat bagiku daripada menjalin kasih dengan wanita cantik dan berpelukan dalam waktu yang panjang.”

وَتَمَايُلِي طَرَبًا لِحَلِّ عَوِيصَةٍ ۞ أَحْلَى وَأَشْهَى مِنْ مُدَامَةِ سَاقِي

“Kegembiraanku saat berhasil memecahkan persoalan yang rumit lebih manis dan lebih nikmat daripada minuman arak yang disuguhkan oleh seorang pelayan.”

وَصَرِيرُ أَقْلَامِي عَلَى أَوْرَاقِهَا ۞ أَحْلَى مِنَ الدُّوكَاءِ وَالْمِشْوَاقِ

“Bunyi goresan penaku di atas lembaran-lembaran kertas lebih nikmat daripada alunan musik yang merdu dan kerinduan yang membara.”

وَأَلَذُّ مِنْ نَقْرِ الْفَتَاةِ لِدُفِّهَا ۞ نَقْرِي لِأُلْقِيَ الرَّمْلَ عَنْ أَوْرَاقِي

“Ketukan gadis pada rebana tidak lebih nikmat daripada ketukanku untuk membersihkan pasir dari lembaran-lembaran kertasku.”

أَأَبِيتُ سَهْرَانَ الدُّجَى وَتَبِيتُهُ ۞ نَوْمًا وَتَبْغِي بَعْدَ ذَاكَ لَحَاقِي

“Apakah aku menghabiskan malam dengan terjaga dalam kegelapan, sementara engkau melewatinya dengan tidur, lalu setelah itu engkau ingin menyusulku?”

Syu’bah bin Al-Hajjaj rahimahullah berkata tentang sebuah hadis:

لَوْ صَحَّ لَكَانَ أَحَبَّ إِلَيَّ مِنْ أَهْلِي وَمَالِي وَوَلَدِي وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ

“Seandainya hadis ini sahih, niscaya ia lebih aku cintai daripada keluargaku, hartaku, anakku, dan seluruh manusia.”
Oleh karena itu, hendaknya seorang penuntut ilmu senantiasa menjaga semangat dan konsistensinya dalam menuntut ilmu. Selain itu, hendaknya ia berusaha menjauhkan diri dari berbagai masalah dan kesibukan yang dapat melalaikannya dari menuntut ilmu.

Sumber: Ithaf at-Thalib al-Alma‘i bi Syarh Nasihatii li Tullabil ‘Ilmi karya Asy Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i rahimahullahu ta’ala

No More Posts Available.

No more pages to load.