Diriwayatkan bahwa Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah pernah melewati sekelompok orang yang sedang tertawa. Beliau berhenti di hadapan mereka lalu berkata,“Sesungguhnya Allah Ta‘ala telah menjadikan bulan Ramadan…

Syaikh Shāliḥ bin Fauzān al-Fauzān حفظه الله  berkata,“Apabila Nabiﷺ melihat hilal, beliau berdoa,‘Allāhumma ahillahu ‘alainā bil-amni wal-īmān….

Saya membaca dalam Shahih Al-Jāmi’ hadis no. (397) yang dinilai sahih oleh Al-Albani, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,“Apabila telah memasuki pertengahan bulan Sya‘ban, maka janganlah kalian berpuasa hingga datang bulan Ramadan.”

Namun terdapat hadis lain dalam Shahih Al-Jāmi’ no. (4638), dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, yang juga dinilai sahih, bahwa beliau berkata,“Bulan yang paling Rasulullah ﷺ sukai untuk berpuasa adalah bulan Sya‘ban, kemudian beliau menyambungkannya dengan Ramadan.”

Bagaimana cara mengompromikan (menyatukan pemahaman) antara dua hadis ini?

Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah رحمه الله berkata, “Al-Qur’an diturunkan untuk diamalkan. Namun sebagian manusia justru menjadikan sekadar membacanya sebagai amal. Oleh karena itu…