غزوة بدر الأولى

ثم خرج بعدها بنحو من عشرة أيام إلى بدر الأولى، وذلك أن كرز بن جابر الفهري، أغار على سرح المدينة، فطلبه فبلغ وادياً يقال له سفوان في ناحية بدر، ففاته كرز، (فرجع (وقد كان استخلف على المدينة زيد بن حارثة رضي الله عنه.

وبعث سعد بن أبي وقاص رضي الله عنه في طلب كرز بن جابر فيما قيل والله أعلم.

وقيل: بل بعثه لغير ذلك.

Perang Badr yang pertama

Kemudian beliau keluar setelah perang tersebut sekitar sepuluh hari menuju Bard pertama, yang demikian itu karena Kurz bin Jabir Al-Fihri menyerang peternakan Madinah secara tiba-tiba, kemudian ia mengejarnya sehingga

.

فَأَجَابَ :أَمَّا دَمْعُ الْعَيْنِ وَحُزْنُ الْقَلْبِ فَلَا إثْمَ فِيهِ؛ لَكِنَّ النَّدْبَ وَالنِّيَاحَةَ مَنْهِيٌّ عَنْهُ وَأَيُّ صَدَقَةٍ تُصُدِّقَ بِهَا عَنْ الْمَيِّتِ نَفَعَهُ ذَلِكَ.

Pertanyaan:
Bagaimana hukumnya tangisan ibu dan saudara-saudara atas kematian seseorang? Apakah hal itu memberi dampak buruk bagi si mayit?

Jawaban:

Dari Abu Dzar dan Muadz bin Jabal radhiyallahu anhuma bahwasanya Rasulullah shallahu alaihi wasallam bersabda, “Bertaqwalah kalian kepada Allah

Dari Abu Az-Zubair, dia berkata, “Aku bertanya kepada Jabir tentang harga anjing dan kucing, maka ia menjawab, ‘Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang keras hal itu.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, makhluk yang paling mulia dan paling tinggi kedudukannya di sisi Allah, tapi justru beliaulah……..

Dalam kitab-kitab para ulama salaf, tauhid selalu menjadi titik awal pembahasan akidah. Dalam kitab Syarh Al-Aqidah At-Thahawiyah, pertama kali yang disebut oleh penulis adalah tauhid:

 (نَقُولُ فِي تَوْحِيدِ اللَّهِ مُعْتَقِدِينَ بِتَوْفِيقِ اللَّهِ: إِنَّ اللَّهَ وَاحِدٌ لَا شَرِيكَ لَهُ).

“Kami berkata tentang tauhid kepada Allah, dalam keadaan kami meyakini dengan taufik dari Allah: Sesungguhnya Allah itu Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya,”

Ketahuilah bahwa tauhid adalah seruan pertama para rasul, dan merupakan tahap pertama dalam perjalanan menuju Allah, serta tempat pertama yang ditempati oleh seorang salik (penempuh jalan) menuju Allah. Allah Ta’ala berfirman,

لَقَدۡ أَرۡسَلۡنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوۡمِهِۦ فَقَالَ يَٰقَوۡمِ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنۡ إِلَٰهٍ غَيۡرُهُۥٓ [الأعراف: 59] 

“Sungguh Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu ia berkata, ‘Wahai kaumku, sembahlah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak diibadahi) bagi kalian selain-Nya.’” (QS. Al-A‘raf: 59).

Dari Fadhalah bin ‘Ubaid radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam  mendengar seseorang berdoa dalam shalatnya, namun ia tidak memuji Allah dan tidak bershalawat atas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Orang ini tergesa-gesa.’ Kemudian beliau memanggilnya dan bersabda kepadanya –atau kepada selainnya–, ‘Jika salah seorang di antara kalian shalat, hendaklah ia mulai dengan memuji Rabb-nya Yang Maha Agung dan Maha Mulia, dan menyanjung-Nya, kemudian bershalawat atas Nabi ﷺ, lalu berdoalah setelah itu dengan doa yang ia kehendaki.'” (HR. At-Tirmidzi dan beliau berkata, “Hadits hasan sahih.”)

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.