engutusan Hamzah bin ‘Abdul- Muthallib

Kemudian beliau (Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam) mengutus pamannya, Hamzah Radhiyallahu ‘anhu, bersama tiga puluh orang penunggang kuda dari kaum Muhajirin (tidak ada seorang pun dari kaum Anshar) menuju tepi pantai. Di sana, mereka bertemu dengan Abu Jahal bin Hisyam dan pasukannya yang berjumlah sekitar tiga ratus orang. Tetapi, Majdi bin ‘Amr Al-Juhani menghalangi keduanya karena ia memiliki perjanjian damai dengan kedua belah pihak.

  Pengutusan Ubaidah bin al-Harits bin al-Muththalib

Beliau (Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam) juga mengutus Ubaidah bin Al-Harits bin Al-Muththalib pada bulan Rabiul Akhir, bersama enam puluh atau delapan puluh orang penunggang kuda dari kaum Muhajirin juga, menuju sebuah mata air di Hijaz di bagian bawah Tsaniyyah Al-Murrah. Mereka bertemu dengan pasukan besar dari kaum Quraisy yang dipimpin oleh Ikrimah bin Abu Jahal, dan ada yang mengatakan bahwa yang memimpin adalah Mikraz bin Hafsh.

Setelah Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam menetap di kota Madinah di tengah-tengah kaum Anshar dan mereka berjanji akan……..

Menetapnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di Madinah

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tinggal di Quba selama beberapa hari (menurut sebagian ahli sejarah: selama empat belas hari). Dan pada saat inilah beliau membangun Masjid Quba.

Kemudian beliau berangkat melanjutkan perjalanan (ke Madinah) atas perintah Allah Ta’ala. Dan pada hari Jumat, beliau sampai di wilayah Bani Salim bin ‘Auf, lalu menunaikan salat Jumat di masjid yang berada di dasar lembah Ranuna.

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.