ولما استقر رسول الله صلى الله عليه وسلم بالمدينة بين أظهر الأنصار وتكفلوا بنصره ومنعه من الأسود والأحمر، رمتهم العرب قاطبة عن قوس واحدة، وتعرضوا لهم من كل جانب، وكان الله سبحانه قد أذن للمسلمين في الجهاد في سورة الحج وهي مكية في قوله تعالى: {أذن للذين يقاتلون بأنهم ظلموا وإن الله على نصرهم لقدير} ، ثم لما صاروا في المدينة وصارت لهم شوكة وعضد كتب الله عليهم الجهاد كما قال الله تعالى في سورة البقرة: {كتب عليكم القتال وهو كره لكم وعسى أن تكرهوا شيئا وهو خير لكم وعسى أن تحبوا شيئا وهو شر لكم والله يعلم وأنتم لا تعلمون}.
Pembahasan: Kewajiban Jihad
Setelah Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam menetap di kota Madinah di tengah-tengah kaum Anshar dan mereka berjanji akan membela dan melindungi beliau dari siapa pun (yang ingin menyakiti), baik dari bangsa yang berkulit hitam, maupun bangsa yang berkulit merah.
Maka seluruh bangsa Arab menyerang mereka dari segala arah. (Dalam situasi seperti ini), Allah mengizinkan kaum muslimin untuk berperang. Sebagaimana dalam surat Al-Hajj, walaupun surat itu Makkiyyah (mayoritas ayatnya diturunkan sebelum beliau hijrah ke Madinah). Allah berfirman, “Telah diizinkan berperang bagi orang-orang yang diperangi (untuk membalas), karena mereka telah dizalimi. Dan sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuasa untuk menolong mereka.” (QS. Al-Hajj: 39)
Lalu tatkala kaum muslimin tinggal di Madinah, memiliki pasukan dan kekuatan, Allah pun mewajibkan jihad (berperang untuk membela agama). Sebagaimana firman-Nya dalam surat Al-Baqarah, “Diwajibkan atas kalian berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kalian benci. Tapi bisa jadi kalian membenci sesuatu, padahal itu baik untuk kalian. Dan bisa jadi kalian menyukai sesuatu, padahal itu buruk untuk kalian. Allah Maha mengetahui, sedang kalian tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 216)
Sumber: Al Fushul Fii Siiratir Rasul hal. 120





