فصل ـ أول المغازي والبعوث ـ غزوة الأبواء وكانت أول غزاة غزاها رسول الله صلى الله عليه وسلم غزوة الأبواء، وكانت في صفر سنة اثنتين من الهجرة، خرج بنفسه صلى الله عليه وسلم حتى بلغ ودان، فوادع بني ضمرة بن بكر بن عبد مناة بن كنانة مع سيدهم مخشي بن عمرو، ثم كر راجعاً إلى المدينة ولم يلق حرباً، وكان استخلف عليها سعد بن عبادة رضي الله عنه.
«الفصول في سيرة الرسول» (ص122)
Perang pertama yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah Perang Abwa’, yang terjadi pada bulan Shafar tahun kedua Hijriyah.
Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam memimpin langsung pasukan dan keluar hingga sampai ke daerah Waddan. Di sana, beliau mengadakan perjanjian damai dengan Bani Dhamrah bin Bakr bin ‘Abd Manat bin Kinanah, melalui pemimpin mereka Makhsyi bin ‘Amr.
Setelah itu, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam kembali ke Madinah tanpa terjadi peperangan. Selama kepergiannya, beliau ﷺ menunjuk Sa’ad bin ‘Ubadah radhiyallahu ‘anhu sebagai pemimpin sementara di Madinah.
Pengiriman Pasukan Hamzah bin Abdul Muththalib
Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengirimkan pamannya, Hamzah bin Abdul Muththalib radhiyallahu ‘anhu, dengan tiga puluh orang penunggang dari kalangan kaum Muhajirin — tanpa ada seorang pun dari kaum Anshar — menuju Sif Al-Bahr (tepi laut).
Di sana, mereka bertemu dengan Abu Jahl bin Hisyam, yang membawa sekitar tiga ratus orang.
Namun, Majdi bin ‘Amr Al-Juhani menghalangi terjadinya pertempuran antara kedua kelompok, karena ia telah menjalin perjanjian damai dengan kedua pihak.
Pengiriman Pasukan ‘Ubaidah bin Al-Harits bin Al-Muththalib
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengirim ‘Ubaidah bin Al-Harits bin Al-Muththalib pada bulan Rabi’ul Akhir, bersama 60 atau 80 penunggang dari kalangan kaum Muhajirin, menuju sebuah mata air di wilayah Hijaz, yang terletak di bawah Thaniyyah al-Murrah.
Di sana, mereka bertemu dengan pasukan besar dari kaum Quraisy, yang dipimpin oleh ‘Ikrimah bin Abu Jahl — dan ada pula yang mengatakan bahwa Mikraz bin Hafsh adalah pemimpinnya.
Tidak terjadi pertempuran antara kedua pihak, kecuali bahwa Sa’ad bin Abi Waqqash melepaskan sebuah anak panah ke arah kaum musyrikin pada hari itu. Itulah anak panah pertama yang dilepaskan di jalan Allah. Wallahu Ta‘ala A‘lam.
Sumber: Al Fushul Fi Sirati Rasul, hal.122.





