Adab Penuntut Ilmu di Majelis Ulama

Apabila seseorang mencintai duduk bersama para ulama, maka ia duduk bersama mereka dengan adab dan rendah hati dalam dirinya. Ia merendahkan suaranya di bawah suara mereka, dan bertanya kepada mereka dengan penuh ketundukan.

Pertanyaan yang paling sering ia ajukan adalah tentang ilmu yang dengannya Allah telah membebani dirinya untuk beribadah. Ia mengabarkan kepada mereka bahwa ia adalah seorang yang fakir (butuh) terhadap ilmu yang ia tanyakan.

“Sesungguhnya Allah menyuruh kalian untuk menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya; dan apabila kalian menetapkan hukum di antara manusia, maka tetapkanlah dengan adil. Sungguh, Allah memberikan pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. An-Nisa: 58)

Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Allah Ta’ala memberitakan bahwa Dia memerintahkan untuk menunaikan amanah kepada pemiliknya. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Al-Hasan dari Samurah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tunaikanlah amanah kepada orang yang memberi amanah kepadamu, dan janganlah engkau berkhianat kepada orang yang mengkhianatimu.” (HR. Ahmad dan para penulis Sunan)

Allah ta’ala berfirman,

)وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُواْ إِلَيْهَا(

“Dan di antara tanda-tanda

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memperingatkan kita agar kita tidak membaca kitab-kitab pemeluk agama selain islam, padahal dalam kitab-kitab tersebut tidak lepas dari adanya kebenaran,

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ: أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ أَتَى النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم بِكِتَابٍ أَصَابَهُ مِنْ بَعْضِ أَهْلِ الْكُتُبِ ، فَقَرَأَهُ عَلَى النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم فَغَضِبَ وَقَالَ: ” ‌أَمُتَهَوِّكُونَ فِيهَا يَا ابْنَ الْخَطَّابِ، وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، لَقَدْ جِئْتُكُمْ بِهَا بَيْضَاءَ نَقِيَّةً، لَا تَسْأَلُوهُمْ عَنْ شَيْءٍ فَيُخْبِرُوكُمْ بِحَقٍّ فَتُكَذِّبُوا بِهِ، أَوْ بِبَاطِلٍ فَتُصَدِّقُوا بِهِ، وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، لَوْ أَنَّ مُوسَى كَانَ حَيًّا، مَا وَسِعَهُ إِلَّا أَنْ يَتْبَعَنِي ”

    Dari Jabir bin Abdillah radhiyalahu ‘anhuma bahwasanya Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan membawa kitab yang dia dapatkan dari sebagian ahli kitab, lalu dia membacanya di hadapan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun marah dan berkata

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.