JANGANLAH SESEORANG SALING MENGADU DOMBA SATU SAMA LAINNYA

oleh -287 Dilihat
oleh

عَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ يَزِيدَ قَالَتْ: قَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم: ” أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِخِيَارِكُمْ؟ “. قَالُوا: بَلَى. قَالَ: ” الَّذِينَ إِذَا رُؤوا ذُكِرَ اللَّهُ، أَفَلَا أخبركُم بِشِرَارِكُمْ؟ “. قَالُوا: بَلَى. قَالَ: ” الْمَشَّاؤُونَ بِالنَّمِيمَةِ، المفسدون بين الأحبة، الباغون بالبراء العنَتْ.” (حسن)

Dari Asma’ bintu Yazid, ia berkata, bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Maukah kalian kuberi tahu tentang orang terbaik di antara kalian?” Para sahabat menjawab, “Tentu.” Beliau bersabda, “Orang terbaik di antara kalian adalah orang yang jika dilihat, dia membuat (orang yang melihatnya) ingat kepada Allah.”

Nabi shallallahu alaihi wa sallam bertanya lagi, “Maukah kalian kuberi tahu tentang orang terjelek di antara kalian?” Para sahabat menjawab, “Tentu.” Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Orang terjelek di antara kalian adalah orang yang suka berjalan ke sana kemari untuk mengadu domba, merusak hubungan orang yang saling mencintai, dan membuat kerusakan di tengah orang-orang yang tak berdosa.” (Hadits Hasan)

Dalam hadits yang mulia ini terdapat beberapa faidah yang sangat bermanfaat, di antaranya:

  1. Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda bahwa orang yang terbaik di antara manusia adalah orang yang dapat membuat orang lain mengingat Allah subhanahu wa ta’ala melalui dirinya. Baik orang itu jika dilihat oleh orang lain sebagai orang yang sangat bertaqwa dan giat dalam mengerjakan berbagai amalan-amalan shalih, sehingga dengan sebab itu orang lain yang melihat keadaannya demikian bisa saja juga termotivasi untuk mengikutinya dalam mengingat dan rajin beribadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala dengan melakukan beragam amalan shalih pula.
  2. Dan Nabi shallallahu alaihi wa sallam juga bersabda bahwa orang yang terburuk di antara manusia adalah orang yang suka berkeliling di tengah manusia untuk mengadu domba antara sesama mereka, dan juga merusak hubungan mereka yang sebelumnya sudah saling mencintai serta membuat kerusakan di tengah orang-orang yang tak berdosa, yang itu bisa menjadi pemicu bagi orang-orang yang sebelumnya baik malah berubah menjadi rusak lagi pendosa persis seperti para pembuat kerusakan itu sebelumnya.

 

Referensi: Shahih Adabul Mufrad, hal 186

No More Posts Available.

No more pages to load.