Termasuk dari Beriman kepada Allah Adalah Bersabar terhadap Takdir-Takdir Allah
Al Imam Ahmad berkata, Allah ta’ala menyebutkan…
Termasuk dari Beriman kepada Allah Adalah Bersabar terhadap Takdir-Takdir Allah
Al Imam Ahmad berkata, Allah ta’ala menyebutkan…
Berkata Ibnu Katsir, “Allah terus menerus mengutus di tengah-tengah manusia seorang rasul, sejak pertama kali muncul kesyirikan di muka bumi, yakni……….
Kata dasar “بَدَعَ” (bada’a) secara bahasa berarti menciptakan sesuatu tanpa ada contoh sebelumnya. Contohnya adalah firman Allah Ta’ala:……..
Asy-Syaikh Muhammad ibnu Abdil Wahhab rahimahullahu ta’ala mengatakan dalam ‘Kitabut Tauhid’, “Bab tentang ucapan (perkataan) ‘Maa sya Allah wa syi’ta’
Dari Ubay bin Ka’ab radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata, bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
“Jangan kalian sekali-kali mencela angin! Apabila kalian mendapati angin yang kalian tidak sukai, maka ucapkanlah, ‘Ya Allah, sesungguhnya kami meminta kepadamu kebaikan dari angin ini, kebaikan apa yang ada di dalamnya, dan kebaikan yang ia diperintah dengannya. Dan kami berlindung kepadamu dari kejelekan angin ini, kejelekan yang ada didalamnya dan kejelekan yang ia diperintah dengannya.” (HR. At-Tirmidzi)
Setiap muslim wajib untuk beriman dengan seluruh yang Allah dan Rasul-Nya kabarkan, baik perkara gaib ataupun lainnya. Di antara berita yang Allah Ta’ala dan Rasul-Nya kabarkan adalah bahwasanya surga dan neraka itu sudah Allah Ta’ala ciptakan sejak dahulu kala, sebelum Allah Ta’ala melakukan penciptaan.
Al-Imam Abu Ja’far At-Thohawi rahimahullah mengatakan, “Surga dan neraka itu sudah diciptakan, keduanya tidak akan sirna selama-lamanya, dan keduanya juga tidak akan berakhir, dan sesungguhnya Allah Ta’ala menciptakan surga dan neraka sebelum penciptaan…”
Allah Ta’ala berfirman, “Katakanlah, “Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku, ‘Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan Yang Maha Esa’. Barangsiapa yang mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah dia mengerjakan yang saleh dan janganlah dia mempersekutukan seorang pun dalam peribadatan kepada Tuhannya.” (QS. Al-Kahfi: 110)
Dan karena sangat pentingnya tauhid ini Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam mewasiatkan para sahabatnya menjelang wafatnya dalam sabdanya,
لا يدخل الجنة أحد إلا برحمة الله [65] واعلم أنه لا يدخل الجنة أحد إلا برحمة الله، ولايعذب الله أحدا إلا
Tentu seorang muslim yang hakiki tidak ada sedikitpun keraguan terhadap perkara-perkara yang Allah dan Rasul-Nya telah jelaskan, baik dalam Al Qur’an atau
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.