Allah ta’ala menciptakan manusia di muka bumi hanyalah untuk beribadah kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, karenanyalah Allah ta’ala mengutus para Rasul-Nya untuk mengajak para umatnya untuk beribadah kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya, sebagaimana firman Allah ta’ala,
[النحل: 36] {وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ}
“Dan sungguh Kami telah mengutus Rasul di setiap umat manusia agar mereka beribadah kepada Allah dan menjauhi thaghut.” (QS.An nahl:36)
Dan karena sangat pentingnya tauhid ini Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam mewasiatkan para sahabatnya menjelang wafatnya dalam sabdanya,
لعن الله اليهود والنصارى اتخذوا قبور أنبيائهم مساجد
“Semoga Allah melaknat kaum Yahudi dan Nashrani, mereka menjadikan kuburan para nabi mereka sebagai masjid.” (H.R. Bukhari dan Muslim)
Bahkan pelaku kesyirikan amal salihnya tidak akan diterima oleh Allah ta’ala. Sebagaimana dalam firman-Nya,
(محمد: 65) {لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ}.
“Jika engkau (wahai Muhammad) berbuat syirik niscaya akan gugur amalanmu).” {QS.Muhammad:65}
Yang demikian karena syirik adalah dosa besar yang paling besar dan bahwasannya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik kecuali jika ia bertaubat kepada Allah. Sebagaimana dalam firman-Nya,
[النساء:48] {إِنَّ اللَّهَ لا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ}
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan mengampuni dosa selain syirik bagi siapa saja yang Ia kehendaki.” (QS,An-nisa:48)
Sumber: Kitabut Tauhid Syekh Muhammad Bin Abdil Wahhab






