Dalam kehidupan yang penuh godaan dan hiruk-pikuk dunia, manusia dihadapkan pada pilihan-pilihan yang tidak selalu mudah. Pilihan antara mengikuti seruan hati yang sehat dan jujur atau tunduk pada bisikan hawa nafsu. Di sinilah ujian sebenarnya terjadi saat nafsu mulai menguasai jiwa, akal tertutup, dan hati menjadi buta akan kebenaran.

Allah Ta’ala telah menggambarkan kondisi ini secara jelas dalam firman-Nya,

﴿وَٱصۡبِرۡ نَفۡسَكَ مَعَ ٱلَّذِينَ يَدۡعُونَ رَبَّهُم بِٱلۡغَدَوٰةِ وَٱلۡعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجۡهَهُۥۖ وَلَا تَعۡدُ عَيۡنَاكَ عَنۡهُمۡ تُرِيدُ زِينَةَ ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَاۖ وَلَا تُطِعۡ مَنۡ أَغۡفَلۡنَا قَلۡبَهُۥ عَن ذِكۡرِنَا وَٱتَّبَعَ هَوَىٰهُ وَكَانَ أَمۡرُهُۥ فُرُطٗ

Firman Allah Ta‘ala, “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian batalkan sedekah kalian dengan mengungkit-ungkit pemberian dan menyakiti (perasaan orang)…“

“Islam itu indah”, “Islam itu sempurna” bukanlah sebuah ungkapan kosong nan tidak bermakna, namun Islam ini memang mengajari umatnya pada….

Surat Maryam merupakan salah satu surat Makkiyah yang menampilkan kisah-kisah para nabi, termasuk Nabi Zakaria ‘alaihis salam. Salah satu ayat yang menyentuh hati dalam surat ini adalah ketika Nabi Zakaria ‘alaihis salaam menyampaikan doa penuh harap kepada Allah ta’ala di usia senja. Ayat ke-empat dalam surat ini memuat isi doanya yang sarat dengan adab, keikhlasan, dan keyakinan yang mendalam.

Allah Ta’ala memerintahkan untuk bertabayun dan tidak tergesa-gesa dalam perkara-perkara yang dikhawatirkan akan membawa akibat buruk. Allah memerintahkan dan menghasung untuk segera kepada urusan urusan yang baik yang dikhawatirkan terluputkan. Kaedah ini sangat banyak disebutkan dalam Al-Qur’an.

Allah Ta’ala memerintahkan untuk mentadabburi Al-Qur’an, yaitu merenungkan maknanya, memperhatikan secara mendalam isi kandungannya, awal dan akhir ayat-ayatnya, serta konsekuensinya. Karena tadabbur merupakan kunci ilmu dan pengetahuan. Dari sinilah segala kebaikan bisa diambil dan semua ilmu digali. Dengan tadabbur, iman dalam hati akan bertambah kuat dan akarnya makin kokoh.

Sesungguhnya Al-Quran seandainya diturunkan kepada sebuah gunung yang besar dan kokoh, maka gunung itu akan menjadi tunduk, bahkan hancur karena rasa takutnya kepada Allah. Ini menunjukkan betapa besar pengaruh Al-Quran terhadap hati manusia, karena nasihat yang ada di dalam Al-Quran adalah nasihat yang paling kuat secara mutlak. Perintah dan larangannya juga penuh dengan hikmah dan manfaat, serta mudah untuk dijalankan.