Maka kamu akan mendapati ayat tentang Rahmat, diakhiri dengan sifat-sifat rahmat, dan ayat-ayat tentang hukuman dan azab, diakhiri dengan nama-nama Allah ta’ala yang menunjukkan keperkasaan, kekuasaan, kebijaksanaan, ilmu, dan kekuasaan mutlak-Nya…

yat ini menekankan bahwa hidayah (petunjuk) dari Allah ta’ala terkait erat dengan jihad, yaitu perjuangan dalam berbagai aspek kehidupan. Dan jihad yang paling utama adalah

,

[سورة البقرة (2): الآيات 183 الى 184] يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيامُ كَما كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

,

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ إِنَّا أَنْزَلْناهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (١) وَما أَدْراكَ ما لَيْلَةُ الْقَدْرِ (٢) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (٣) تَنَزَّلُ الْمَلائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيها بِإِذْنِ

Artinya: “barang siapa yang sakit atau dalam kondisi safar maka agar mengganti di hari yang lain.” [QS. Al-Baqarah: 185].
Dalam ayat ini ada beberapa masalah: