BID’AH adalah sebuah amalan yang tidak ada ajarannya dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam
Terkadang sebuah kebid’ahan bisa mengeluarkan seorang dari agama Islam. Oleh karena itu ada ulama yang mengatakan bahwa ia merupakan jembatan menuju kekafiran.
Dan diantara prinsip yang harus dipegang oleh seorang hamba agar selamat akhiratnya adalah berhati-hati dari kebid’ahan walaupun hal itu terlihat kecil.
Al Imam Al Barbahari rahimahullah dalam kitabnya syarhussunnah mengatakan, “Berhati hatilah engkau dari perkara perkara yang baru dalam agama ini (bid’ah), walaupun terlihat kecil dan remeh, karena bid’ah yang terlihat kecil tersebut akan terus terulang sampai menjadi bid’ah yang besar (lebih berbahaya).”
Begitulah seluruh kebid’ahan yang terjadi pada umat ini, awalnya kecil dan samar terlihat seolah kebenaran, sehingga membuat orang yang melakukannya tertipu, kemudian terus berlanjut hingga ia tidak mampu meninggalkannya, hal tersebut semakin parah hingga menjadi sebuah ajaran yang diikuti, sehingga dia menyelisihi jalan yang lurus, yang menyebabkan dia keluar dari agama Islam.
Maka lihatlah -semoga Allah merahmatimu- setiap ucapan (dalam hal agama) terutama ucapan dari orang orang zamanmu, jangan engkau terburu buru (menerimanya) jangan engkau lakukan dulu apa yang ia katakan hingga engkau tanya, engkau lihat apakah ada dari kalangan para sahabat Nabi atau salah seorang ulama (yang mengikuti sahabat Nabi dengan baik dan benar) mengatakan hal tersebut atau tidak?
Jika engkau dapati atsar, perkataan dari mereka, maka ambillah dan jangan melampauinya sedikitpun, dan jangan engkau abaikan sehingga engkau terjatuh dalam neraka.
[ Syarhussunnah, Al Imam Al Barbahari. Hal 37-38 Cet Maktabah Darulminhaj ]






