BOLEHNYA MENGERASKAN SUARA KETIKA BERZIKIR

oleh -1126 Dilihat
oleh

س 846
سئل فضيلة الشيخ – رحمه الله تعالى -: ما حكم الجهر بالذِّكر بعد الصلاة؟

فأجاب فضيلته بقوله: السنة أن يجهر به، كما كان عليه الصلاة والسلام يجهر بذلك. قال ابن عباس – رضي الله عنهما -: “كانوا يعرفون انقضاء صلاة النبي برفع الصوت ت الذكر”

فكان الناس في المكتوبة على عهد النبي ﷺ إذا رفعوا أصواتهم جميعًا بالذِّكر، لم يُنكر بعضهم على بعض
لكن يُنكر بعضهم على بعض إذا كان أحدهم يجهر والآخر يسر، لا شك أنه يُشوّش عليه

فإذا كان اللذي يقضي إلى نَجِبُ الإِنْسَانَ وَخَافَ أَنْ يُشَوِّشَ عَلَيْهِ فحينئذ لَا يَرْفَعُ صَوْتَهُ عَلَى وَجْهِ يُشَوِّشُ، وكما قلت إِذَا كَانَتِ الأَصْوَاتُ جَمِيعًا مُخْتَلِطَةً ما حصل التَّشْوِيشَ حَتَّى عَلَى الَّذِينَ يَقْضونَ، لِأَنَّ الأَصْوَاتَ إِذَا اخْتَلَطتْ تَدَاخَل بَعْضُهَا فِي بَعْضٍ فَارْتَفَعَ التَّشْوِيشُ، كَمَا تَشَاهَدُ الآنَ فِي يَوْمِ الجُمُعَةِ النَّاسِ يَقْرَؤُونَ كُلُّهُمْ القُرْآنَ يَجْهَرُونَ بِهِ وَيَأْتِي الْمُصَلِّي وَيُصَلِّي وَلَا يُحْدِثُ لَهُ تَشْوِيشٌ.”

Pertanyaan 846: Seseorang bertanya kepada Syekh yang mulia (Ibnu Utsaimin) –rahimahullah ta’ala, “Apa hukum mengeraskan bacaan zikir setelah salat?”

Beliau menjawab, “Sunnahnya adalah mengeraskan bacaan zikir, sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukannya. Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata, ‘Dahulu orang-orang mengetahui selesainya salat dari suara zikir pada masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka mengetahui bahwa salat telah selesai ketika mereka mendengar zikir yang dikeraskan. Orang-orang pada waktu itu semuanya mengeraskan suara mereka dalam berzikir. Jika seseorang tidak mengeraskan zikirnya, maka tidak mengapa, tetapi jika suara zikir seseorang mengganggu orang lain yang sedang berzikir atau sedang menyempurnakan salatnya, maka hendaknya ia berzikir dengan suara pelan, karena tidak diragukan lagi bahwa ia telah mengganggu.

Maka jika ada seseorang yang sedang menyempurnakan salatnya (qadha), hendaknya orang lain menjaga dirinya dan takut jika mengganggu orang tersebut. Maka ketika itu, dia tidak meninggikan suaranya dengan cara yang menyebabkan gangguan. Dan seperti yang telah saya katakan, jika semua suara bercampur menjadi satu, maka tidak menimbulkan gangguan bahkan terhadap orang-orang yang sedang menyempurnakan salat. Karena suara-suara yang bercampur akan saling bertumpuk satu sama lain, sehingga gangguan menjadi hilang. Sebagaimana yang kamu lihat sekarang pada hari Jumat, semua orang membaca Al-Quran dengan suara keras, lalu datang seseorang untuk salat, dan salatnya tidak terganggu.

Referensi: Fatawa pada bab thaharoh dan sholat jilid 1-2 karya syaikh Ibnu Utsaimin

No More Posts Available.

No more pages to load.