HAL-HAL YANG DIANJURKAN DALAM SEPULUH HARI PERTAMA DZULHIJJAH

oleh -1165 Dilihat
oleh
  1. Memperbanyak Amal Saleh Secara Umum
    Berdasarkan hadis Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
    “Tidak ada hari-hari di mana amal saleh lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini (yaitu sepuluh hari pertama Dzulhijjah).” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah lebih utama dari jihad fi sabilillah?” Rasulullah menjawab, “Ya, lebih utama dari jihad fi sabilillah, kecuali seseorang yang pergi berjihad dengan jiwa dan hartanya, lalu tidak kembali dengan sesuatu pun.” (HR. Abu Dawud)

Imam Ibnu Rajab rahimahullah  berkomentar bahwa hadis ini menunjukkan keutamaan seluruh amal saleh tanpa pengecualian. Bahkan, Sa’id bin Jubair radhiyallahu ‘anhu yang meriwayatkan hadis ini, meningkatkan ibadahnya di sepuluh hari pertama Dzulhijjah hingga hampir tak mampu menanggungnya. Diriwayatkan pula bahwa ia berkata, “Jangan padamkan lampu-lampumu pada malam-malam sepuluh hari ini, karena ibadah padanya begitu mengagumkan.”

  1. Memperbanyak Dzikir
    Dalilnya adalah firman Allah ta’ala,
    “… dan hendaklah mereka banyak menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan…” (QS. Al-Hajj: 28)Mayoritas ulama menafsirkan bahwa “hari-hari yang telah ditentukan” adalah sepuluh hari pertama Dzulhijjah. Dalam hadis lain, Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma meriwayatkan bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
    “Tidak ada hari yang lebih agung di sisi Allah dan lebih dicintai untuk beramal saleh di dalamnya daripada hari-hari ini (sepuluh hari pertama Dzulhijjah). Maka perbanyaklah tahlil, takbir, dan tahmid.” (HR. Tirmidzi dan Abu Dawud)

Imam Bukhari rahimahullah dalam Shahih-nya mencatat bahwa Ibnu Umar dan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhuma sering keluar ke pasar pada hari-hari ini sambil bertakbir, dan orang-orang ikut bertakbir karena mereka.

  1. Berpuasa di Hari-Hari Dzulhijjah
    Hadis dari Ummul Mukminin radhiyallahu ‘anhu menyebutkan bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa di sembilan hari pertama Dzulhijjah, puasa Asyura, serta puasa tiga hari setiap bulan yaitu hari Senin pertama dan Kamis dalam setiap bulan. (HR. Abu Dawud dan Nasa’i)
  2. Puasa Arafah yang Sangat Ditekankkan
    Dalam hadis Abu Qatadah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang puasa Arafah,
    “Aku berharap kepada Allah agar puasa ini menghapus dosa setahun sebelumnya dan satu tahun yang akan datang.” (HR. Muslim)
  3. Menghadiri Salat Id dengan Bertakbir
    Pada hari raya, seorang Muslim dianjurkan untuk segera menuju tempat salat Id, menghidupkan suasana dengan takbir dan tahmid, serta membesarkan syiar Allah. Allah berfirman,
    “Demikianlah, dan barangsiapa mengagungkan syiar Allah, maka itu adalah dari ketakwaan hati.” (QS. Al-Hajj: 32)

Diriwayatkan bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bertakbir sejak keluar dari rumah hingga tiba di tempat salat Id. Bahkan, Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma apabila keluar untuk salat Id, ia bertakbir keras hingga mencapai musala dan hingga imam datang.

Sumber: Al-Masaʾil al-Jaliyyah fi Ahkam al-Udhiyyah, hlm. 17-18

No More Posts Available.

No more pages to load.