لا ريب أن الصلاة قرة عيون المحبين، ولذة أرواح الموحدين، ومحك أحوال الصادقين، وميزان أحوال السالكين، وهي رحمته المهداة إلى عبيده. هداهم إليها وعرفهم بها رحمة بهم وإكراماً لهم؛ لينالوا بها شرف كرامته، والفوز بقربه. لا حاجة منه إليهم، بل منهُ منا وفضلاً منه عليهم، وتعبد بها القلب والجوارح جميعاً، وجعل حظ القلب منها أكمل الحظين وأعظمهما، وهو إقباله على ربه سبحانه وفرحه وتلذذه بقربه وتنعمه بحبه وابتهاجه بالقيام بين يديه وانصرافه حال القيام بالعبودية عن الالتفات إلى غير معبوده، وتكميل حقوق عبوديته حتى تقع على الوجه الذي يرضاه
Tidak diragukan lagi, salat adalah penyejuk mata bagi para pecinta, kelezatan jiwa bagi orang-orang yang bertauhid, tolak ukur keadaan orang-orang yang jujur, dan timbangan bagi keadaan para penempuh jalan-Nya. Salat adalah rahmat dari Allah Ta’ala yang dihadiahkan kepada para hamba-Nya. Allah Ta’ala tunjukkan dan perkenalkan kepada mereka sebagai bentuk kasih sayang dan penghormatan, agar mereka meraih derajat mulia dan kemenangan dengan berada dekat kepada-Nya. Bukan karena Allah Ta’ala membutuhkan ibadah mereka, namun karena karunia dan anugrah Allah Ta’ala kepada mereka. Dalam salat, seluruh bagian tubuh dan hati turut beribadah. Dan bagian yang paling utama, yang paling besar perannya dalam salat adalah hati. Sebab, hati lah yang benar-benar menghadap kepada Allah Ta’ala, merasa bahagia, merasakan kelezatan karena kedekatan dengan-Nya, merasakan manisnya cinta kepada-Nya, dan menemukan kebahagiaan saat berdiri di hadapan-Nya. Dan berpalingnya hati ketika berdiri dalam peribadahan dari menoleh kepada selain yang diibadahi, serta penyempurnaan hak-hak penghambaan-Nya hingga salat itu terjadi dengan cara yang diridai-Nya.
Sumber: Dzauqus Sholah




