فصل: في الأحاديث الواردة في فضله، غير ما تقدم في ترجمة الصديق رضي الله عنه
أخرج الشيخان عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال النبي صلى الله عليه وسلم: “بينا أنا نائم رأيتني في الجنة، فإذا امرأة تتوضأ إلى جانب قصر، قلت: لمن هذا القصر؟ قالوا: لعمر، فذكرت غيرتك، فوليت مدبرًا”. فبكى عمر وقال: أعليك أغار يا رسول الله؟
وأخرج الشيخان عن سعد بن أبي وقاص قال: قال النبي صلى الله عليه وسلم: “يابن الخطاب، والذي نفسي بيده ما لقيك الشيطان سالكًا فجًّا قط إلا سلك فجًّا غير فجك”.
وأخرج البخاري عن أبي هريرة قال: قال النبي صلى الله عليه سلم: “لقد كان فيما قبلكم من الأمم ناس محدثون، فإن يكن في أمتي أحد فإنه عمر” أي ملهمون.
Bab: Hadis-hadis tentang keutamaannya, selain yang telah disebutkan dalam biografi Ash‑Siddiq
- Riwayat dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu Al‑Bukhari dan Muslim meriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ketika aku tertidur, aku melihat diriku berada di surga. Tiba‑tiba aku melihat seorang perempuan berwudu di samping sebuah istana. Aku bertanya, ‘Istana siapa ini?’ Mereka menjawab, ‘Milik Umar.’ Mendengar itu aku merasa cemburu, lalu aku berpaling.” Umar radhiyallahu ‘anhu menangis dan berkata, “Apakah aku sampai membuatmu cemburu, wahai Rasulullah?”
- Riwayat dari Sa‘d bin Abi Waqqas radhiyallahu ‘anhu Al‑Bukhari dan Muslim meriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wahai putra Al‑Khattab, demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, setan tidak akan berani melewati jalan yang sama denganmu, kecuali ia akan mengambil jalan lain selain jalan yang kamu lewati.”
- Riwayat lain dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu Al‑Bukhari meriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Di antara umat-umat sebelum kalian ada orang-orang yang diberi ilham langsung (muhaditsin). Jika ada seseorang yang berstatus demikian di umatku, maka dialah ‘Umar.”
Semua riwayat di atas menegaskan keutamaan ‘Umar bin Al‑Khaththab radhiyallahu ‘anhu dalam ilmu, agama, keteguhan hati, dan perlindungan dari godaan setan.
Sumber: Tarikh Al Khulafa. Hal. 94 & 95





