MENCELA ANGIN BERARTI MENCELA SANG PENCIPTA

oleh -1317 Dilihat
oleh

عن أبي بن كعب رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: “لا تسبوا الريح، فإذا رأيتم ما تكرهون فقولوا: اللهم إنا نسألك من خير هذه الريح وخير ما فيها، وخير ما أمرت به، ونعوذ بك من شر هذه الريح، وشر ما فيها، وشرما أمرت به” صححه الترمذي.

الشرح : وهذا خاص بالريح، ومع تحريمه فإنه حمق وضعف في العقل والرأي، فإن الريح مصرفة مدبرة بتدبير الله وتسخيره، فالساب لها يقع سبه على من صرفها، ولولا أن المتكلم بسب الريح لا يخطر هذا المعنى في قلبه غالبا لكان الأمر أفظع من ذلك، ولكن لا يكاد يخطر بقلب مسلم.

Dari Ubay bin Ka’ab radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata, bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

“Jangan kalian sekali-kali mencela angin! Apabila kalian mendapati angin yang kalian tidak sukai, maka ucapkanlah, ‘Ya Allah, sesungguhnya kami meminta kepadamu kebaikan dari angin ini, kebaikan apa yang ada di dalamnya, dan kebaikan yang ia diperintah dengannya. Dan kami berlindung kepadamu dari kejelekan angin ini, kejelekan yang ada didalamnya dan kejelekan yang ia diperintah dengannya.” (HR. At-Tirmidzi)

 

Penjelasannya, Hal ini khusus pada masalah angin, selain haramnya mencela angin, maka hal ini juga termasuk kedunguan dan lemahnya akal serta pikiran. Karena sesungguhnya angin itu diarahkan, diatur dengan pengaturan Allah dan tunduk kepadanya. Maka orang yang mecela angin berarti dia telah terjatuh ke dalam dosa celaan kepada siapa yang mengarahkan atau mengaturnya. Kalau saja orang yang mencela angin tersebut adalah orang yang tidak terbayang di dalam hatinya makna ini secara umum, niscaya perkara ini lebih buruk dari pada itu. Akan tetapi, hampir tidak mungkin ada seseorang muslim yang di hatinya terpikir makna tersebut.

 

Sumber: Al-Qoulus Sadid Syarh Kitabut Tauhid, hlm.165

No More Posts Available.

No more pages to load.