Kita sebagai manusia tentunya harus memiliki tujuan hidup di dunia yang fana ini, sedangkan Allah ta’ala telah menunjukkan kepada kita tujuan hidup di dunia ini, yaitu: beribadah hanya kepada Allah ta’ala dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun.
Sebagaimana firman-Nya,
وَمَا خَلَقۡتُ ٱلۡجِنَّ وَٱلۡإِنسَ إِلَّا لِيَعۡبُدُونِ 56
“Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan hanya untuk beribadah kapada-Ku” [Q.S Adz-dzariyat:56]
Seorang yang bertauhid berkonsekueni mengingkari kesyirikan, dan diantara kesyirikan kepada Allah ta’ala ialah melakukan perbuatan sihir.
Asy-Syekh Abdurrahman bin Nashir bin Sa’di rahimahullah berkata:
فالسحر يدخل في الشرك من جهتين: من جهة ما فيه من استخدام الشياطين ومن التعلق بهم، وربما تقرب إليهم بما يحبون ليقوموا بخدمته ومطلوبه. ومن جهة ما فيه من دعوى علم الغيب، ودعوى مشاركة الله في علمه وسلوك الطرق المفضية إلى ذلك، وذلك من شعب الشرك والكفر
“Perbuatan sihir masuk dalam kategori kesyirikan dari dua sisi:
1. Perbuatan sihir termasuk perbudakan dan keterkaitan pelaku dengan para setan, dan terkadang si pelaku mendekatkan diri kepada mereka (para setan) dengan sesuatu yang mereka sukai agar mereka membantunya, dan mengerjakan apa yang dia minta.
2. Di dalam perbuatan sihir ada sisi mengaku-aku mengetahui hal yang ghaib, dan mengaku-aku bersekutu bersama Allah dalam ilmu-Nya, serta menempuh jalan yang bisa mengantarkan pada hal itu. Yang demikian itu adalah diantara cabang kesyirikan dan kekufuran.
[Al-Qaulus Sadiid Syarh Kitabut Tauhid, hal.97]
Ditulis oleh: Amer At-Turisi (Santri TDNI Angkatan ke-3)





