HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN BAGI PEMBACA AL-QURAN

oleh -18 Dilihat
oleh

Sangat disayangkan, sebagian kaum muslimin pada zaman sekarang lebih mengutamakan memperbagus bacaan Al-Qur’an daripada mentadabburi dan memahami maknanya. Padahal, mentadabburi serta memahami makna Al-Qur’an lebih utama, karena itulah tujuan terbesar diturunkannya Al-Qur’an.

Allah Ta’ala berfirman:

﴿وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا﴾

“Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan tartil.”
(QS. Al-Muzzammil: 4)

Dalam tafsirnya, Syaikh As-Sa’di rahimahullah menjelaskan bahwa tartil dalam membaca Al-Qur’an dapat terwujud dengan mentadabburi ayat-ayatnya, merenungkannya (tafakkur), serta menghadirkan hati ketika membacanya.

Oleh karena itu, sudah selayaknya kita mengingat nasihat salah seorang imam berikut ini.

Muhammad bin Al-Husain rahimahullah berkata:

فَأُحِبُّ لِمَنْ يَقْرَأُ الْقُرْآنَ أَنْ يَتَحَزَّنَ عِنْدَ قِرَاءَتِهِ، وَيَتَبَاكَى وَيَخْشَعَ، وَيَتَفَكَّرَ فِي الْوَعْدِ وَالْوَعِيدِ، لِيَسْتَجْلِبَ بِذَلِكَ الْحُزْنَ، أَلَمْ تَسْمَعْ إِلَى مَا نَعَتَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ مَنْ هُوَ بِهَذِهِ الصِّفَةِ؟ وَأَخْبَرَنَا بِفَضْلِهِمْ، فَقَالَ جَلَّ ذِكْرُهُ: ﴿اللَّهُ نَزَّلَ أَحْسَنَ الْحَدِيثِ كِتَابًا مُتَشَابِهًا مَثَانِيَ تَقْشَعِرُّ مِنْهُ جُلُودُ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ ثُمَّ تَلِينُ جُلُودُهُمْ وَقُلُوبُهُمْ إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ﴾

Terjemah:

Muhammad bin Al-Husain berkata:

“Aku menyukai agar orang yang membaca Al-Qur’an merasakan haru ketika membacanya, berusaha menangis, khusyuk, serta merenungkan ayat-ayat yang berisi janji dan ancaman Allah, sehingga dengan itu tumbuh rasa haru dalam dirinya. Tidakkah engkau mendengar bagaimana Allah ‘Azza wa Jalla menyifati orang-orang yang memiliki sifat tersebut dan mengabarkan keutamaan mereka? Allah Yang Mahaagung berfirman:

﴿اللَّهُ نَزَّلَ أَحْسَنَ الْحَدِيثِ كِتَابًا مُتَشَابِهًا مَثَانِيَ تَقْشَعِرُّ مِنْهُ جُلُودُ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ ثُمَّ تَلِينُ جُلُودُهُمْ وَقُلُوبُهُمْ إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ﴾

“Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik, yaitu Al-Qur’an, sebuah Kitab yang ayat-ayatnya serupa (dalam keindahan dan kebenarannya) lagi berulang-ulang. Kulit orang-orang yang takut kepada Tuhan mereka menjadi gemetar karenanya, kemudian kulit dan hati mereka menjadi tenang ketika mengingat Allah.”
(QS. Az-Zumar: 23)

Dikutip dari: Akhlāqu Ḥamalatil Qur’ān, hlm. 38, karya Al-Imam Abu Bakr Muhammad bin Al-Husain Al-Ājurri rahimahullah.

No More Posts Available.

No more pages to load.