KEUTAMAAN BULAN MUHARRAM

oleh -77 Dilihat
oleh

Bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang sangat mulia dalam Islam. Bahkan, Allah Ta’ala menjadikannya sebagai salah satu dari empat bulan haram (Al-Asyhurul Hurum) yang memiliki keutamaan dan kemuliaan tersendiri. Oleh karena itu, seorang muslim hendaknya memanfaatkan kesempatan yang agung ini untuk memperbanyak amal shalih, mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala, serta menjauhi segala bentuk kemaksiatan.

Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ

“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah ketika Dia menciptakan langit dan bumi. Di antaranya ada empat bulan haram.”
(QS. At-Taubah: 36)

Para ulama menjelaskan bahwa empat bulan haram tersebut adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab, sebagaimana disebutkan dalam hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Pada bulan-bulan ini, seorang muslim diperintahkan untuk lebih berhati-hati dari perbuatan dosa dan lebih giat dalam melakukan amal ketaatan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga menjelaskan keutamaan Muharram dalam sabdanya,

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ

“Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharram.”
(HR. Muslim no. 1163)

Perhatikanlah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut Muharram dengan sebutan Syahrullah (Bulan Allah). Penyandaran sesuatu kepada Allah menunjukkan kemuliaan dan keagungannya.

Di antara keutamaan bulan Muharram adalah:

Muharram termasuk salah satu bulan haram yang dimuliakan Allah.
Amal kebaikan yang dilakukan pada bulan ini memiliki kedudukan yang agung, sedangkan dosa dan kemaksiatan menjadi lebih besar bahayanya.

Dianjurkan memperbanyak puasa sunnah.
Puasa sunnah pada bulan Muharram merupakan puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan, sebagaimana disebutkan dalam hadits di atas.

Terdapat puasa ‘Asyura pada tanggal 10 Muharram.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

صِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ

“Puasa pada hari ‘Asyura, aku berharap kepada Allah agar dapat menghapus dosa-dosa setahun yang telah lalu.”
(HR. Muslim no. 1162)

Disunnahkan berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram.
Hal ini dilakukan untuk menyelisihi kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharram.

Al-Imam An-Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa hadits-hadits di atas menunjukkan besarnya keutamaan bulan Muharram serta anjuran untuk memperbanyak puasa di dalamnya, khususnya puasa ‘Asyura.

Oleh karena itu, sudah sepantasnya seorang muslim menyambut datangnya bulan Muharram dengan memperbanyak taubat, amal shalih, dzikir, tilawah Al-Qur’an, dan puasa sunnah. Jangan sampai bulan yang mulia ini berlalu begitu saja tanpa meninggalkan bekas kebaikan dalam diri kita.

Semoga Allah Ta’ala memberikan taufik kepada kita semua untuk memanfaatkan bulan Muharram dengan sebaik-baiknya dan menerima seluruh amal ibadah yang kita kerjakan. Aamiin.

Wallahu a’lam bish-shawab.

No More Posts Available.

No more pages to load.