PERBEDAAN ANTARA WALI ALLAH DAN WALI SETAN

oleh -84 Dilihat
oleh

Ketahuilah, tidak semua orang yang mengaku memiliki sifat kewalian merupakan wali Allah. Sebab, jika demikian, niscaya akan banyak manusia yang mengaku-ngaku sebagai wali Allah.

Ketahuilah bahwa seseorang dinilai sebagai wali Allah berdasarkan amalannya. Jika amalannya dibangun di atas keimanan dan ketakwaan, maka ia termasuk wali Allah. Sebaliknya, jika tidak demikian, maka ia bukan termasuk wali Allah. Terlebih lagi, pengakuan seseorang terhadap dirinya sebagai wali mengandung unsur tazkiyah (penyucian diri), padahal hal tersebut bertentangan dengan sikap takwa kepada Allah.

Allah Ta’ala berfirman:

﴾فَلَا تُزَكُّوا أَنْفُسَكُمْ ۖ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَى﴿
(QS. An-Najm: 32)

“Maka janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dia lebih mengetahui siapa yang bertakwa.”

Allah Ta’ala telah menyebutkan ciri-ciri wali-Nya di dalam Al-Qur’an:

﴾أَلَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ ۝ الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ﴿
(QS. Yunus: 62–63)

“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak ada rasa takut pada mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati, yaitu orang-orang yang beriman dan senantiasa bertakwa.”

Sumber: kitab Kasyfus Syubuhāt karya Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahhab رحمه الله

No More Posts Available.

No more pages to load.