BULAN SAFAR BUKAN BULAN SIAL

oleh -33 Dilihat
oleh

Di sebagian masyarakat masih terdapat anggapan bahwa bulan Safar adalah bulan yang membawa kesialan, musibah, atau ketidakberuntungan.

Keyakinan seperti ini sebenarnya berasal dari tradisi jahiliah sebelum datangnya Islam. Islam kemudian meluruskan anggapan tersebut dan menegaskan bahwa tidak ada satu bulan pun yang memiliki kekuatan membawa sial dengan sendirinya.

Pada masa Arab jahiliah, masyarakat sering mengaitkan berbagai peristiwa buruk yang terjadi pada bulan Safar dengan bulan itu sendiri. Mereka menunda perjalanan, pernikahan, atau aktivitas penting karena takut tertimpa musibah. Setelah Islam datang, Rasulullah Sallallahu alaihi wasallam menghapus keyakinan tersebut karena termasuk bentuk takhayul.

Dari sahabat abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Sallallahu alaihi wasallam bersabda:

((لا عدوى ولا طيرة ولا هامة ولا صفر ))

Artinya: “Tidak ada penularan (dengan sendirinya), tidak ada thiyarah (takhayul), tidak ada haamah (Burung hantu yang dianggap pembawa sial), dan tidak ada kesialan pada bulan Safar.” (HR. al-Bukhari, Kitab al-Tibb, Bab La ‘Adwa, no. 5757; Muslim, Kitab al-Salam, Bab La ‘Adwa wa La Tiyarah wa La Hamah wa La Safar, no. 2220).

Dalam Syarh Sahih Muslim ketika menjelaskan hadis tersebut, Imam an-Nawawi rahimahullah berkata:
“Adapun sabda Nabi ﷺ: ‘dan tidak ada Safar’, maka padanya terdapat dua penafsiran. Penafsiran yang paling sahih adalah bahwa yang dimaksud ialah membatalkan keyakinan orang-orang jahiliah yang menganggap Safar sebagai bulan yang membawa kesialan.” (Juz 14,hlm. 213 -Dar Iḥya’ at-Turath al-‘Arabi, Beirut-)

No More Posts Available.

No more pages to load.