Makhluk yang paling tertipu adalah orang yang tertipu oleh dunia dan sesuatu yang disegerakan dari dunia, lalu lebih mengutamakannya dibanding akhirat, serta rela dengan dunia daripada ahkirat sampai-sampai sebagian dari mereka berkata, “Dunia itu kontan, sedangkan akhirat itu tangguhan (sesuatu yang ditunda), dan yang kontan lebih baik daripada yang tangguhan.”

        Dan sebagian lainnya berkata, “Jagung yang didapat secara nyata lebih baik daripada mutiara yang hanya dijanjikan.”

Allah Ta’ala berfirman, “Katakanlah, “Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku, ‘Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan Yang Maha Esa’. Barangsiapa yang mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah dia mengerjakan yang saleh dan janganlah dia mempersekutukan seorang pun dalam peribadatan kepada Tuhannya.” (QS. Al-Kahfi: 110)

Berkata Al Imam Nawawi rahimahullah dalam kitab (tahzibnya) dan aku menukil langsung dari tulisan tangannya, “Sahabat-sahabat kami berdalil atas luasnya ilmu Abu Bakr

Menurut pendapat yang benar yaitu pendapat para sahabat dan para ulama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam diisra’kan dengan jasadnya…

 Sifat malu seperti ini termasuk bagian dari iman, karena ia melahirkan akibat sebagaimana yang dihasilkan oleh iman: yaitu berbuat baik dan menahan diri dari keburukan…