Islam sangat menekankan pentingnya menjaga lisan. Lisan, meskipun kecil bentuknya, memiliki pengaruh besar terhadap kebaikan dan keburukan seseorang. Banyak pertikaian, fitnah dan kerusakan yang berasal dari lisan yang tidak dijaga. Oleh karena itu, Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam

Sesungguhnya Al-Quran seandainya diturunkan kepada sebuah gunung yang besar dan kokoh, maka gunung itu akan menjadi tunduk, bahkan hancur karena rasa takutnya kepada Allah. Ini menunjukkan betapa besar pengaruh Al-Quran terhadap hati manusia, karena nasihat yang ada di dalam Al-Quran adalah nasihat yang paling kuat secara mutlak. Perintah dan larangannya juga penuh dengan hikmah dan manfaat, serta mudah untuk dijalankan.

Maka telah jelas bahwa dianjurkan bagi kita bahkan diperintahkan agar kita berlapang-lapang di dalam majelis, dan itu merupakan dari adab di dalam majelis yang telah Allah ta’ala perintahkan langsung kepada kita melalui Al Quran.

“Seseorang ketika berwudu untuk salat, apakah melafalkan niat salat itu tidak disyariatkan?”

Syekh menjawab, “Tidak, tidak perlu melafalkan niat. Niat itu tempatnya di hati.”

Penanya kembali bertanya, “Baik! Sekarang saya sedang mandi (mandi ihram), meninggalkan negeri saya, dan mengenakan pakaian ihram. Mengapa saya melafalkan niat untuk haji?”